Balita Di Mataram Baru Butuh Uluran Tangan Buat Oprasi Selanjutnya

10477

Lampung (Bumi1.com) Muhammad Shehan Alfatih berusia 9 bulan putra ketiga anak dari pasangan Suwanto dan Yuli Isma Fatimah warga dusun III Desa Mataram Baru Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur, tidak mempunyai lubang anus sejak lahir, Selasa (29/11/2022).

Hal tersebut di katakan Suwanto saat menjelaskan kepada Bumi1.com. Saat ini balita tersebut membutuhkan uluran tangan untuk biaya oprasi selanjutnys supaya mempunyai anus selayaknya balita lainya yang hidup normal.

Suwanto (27) tahun ayah dari balita Muhammad Shehan Alfatih mengatakan, anak saya diketahui tanpa lubang anus sejak lahir dan saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dari orang darmawan yang berhati mulia untuk biaya operasi anak saya.

“Ketauannya anak saya itu tidak ada lubang anus pas tiga hari dari setelah lahiran perutnya buncit dan membesar, jadi pas istri saya sehabis memberikan air susunya itu langsung muntah-muntah, “Kata Wanto kepada Bumi1.com.

Selanjutnya keluar susu sama kotorannya, kemudian langsung dibawa ke bidan setempat. “Sebenarnya pas lahir normal anak saya, dengan berat 3,8 kg. Tetapi pas waktu itu tidak diberi tau sama bidan yang nolong saat lahiran anak saya dari awal pertama lahirnya.

Lanjut Wanto, setelah itu anak saya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan operasi bagian perut samping kiri, dan biaya operasinya gak bisa diterangkan pertama dilakukan operasi dulu.

Itupun cari utangan buat operasi dilubang anus. Saya hanya pekerja kuli bangunan dan istri sehari-hari berjualan makanan hanya di rumah melanjutkan orantua sebelumnya sudah berjualan makanan saja, “Ucapnya.

Jadi saya bingung saat ini harus bagaimana caranya mendapatkan bantuan untuk buatkan BPJS gratis supaya bisa melakukan pengobatan dan operasi gratis untuk anak saya.

Apa lagi saya belum punya kerjaan tetap cuman kerja serabutan. “Hanya pekerja kuli bangunan itupun jika pas ada yang nyuruh bekerja baru saya kerja, kalau tidak ya gak kerja, “Paparanya.

Semoga aja ada orang yang darmawan dan berhati mulia mau memberikan sedikit rezekinya untuk berobat anak saya. Kepada Pemerintah agar bisa membantu dan ada kebijakan buat keluarga saya supaya meringankan beban keluarga yang kurang mampu seperti saya ini, “Harapnya dengan wajah sedih.(Roni)