Minta Maaf  Masyarakat Sumut, Waskita Janji Tidak Terlambat Lagi

1084

Sumut (Bumi1.com) Direktur Utama (Dirut) PT Waskita Karya Destiawan Soewardjono meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Utara atas agak terlambatnya pelaksanaan proyek perbaikan jalan di Sumatera Utara (Sumut) senilai Rp 2,7 triliun, dan berjanji akan mengejar ketertinggalan itu agar target tercapai, Rabu (09/11/2022).

“Secara tulus kami mohon maaf kepada Pemprov dan masyarakat Sumatera Utara,”Kata Dirut kepada Wartawan usai bertemu Gubsu Edy Rahmayadi di Kantor Gubsu di Medan, pada Selasa (08/11).

Soewardjono berjanji keterlambatan yang sempat terjadi tidak mempengaruhi target akhir tahun ini yang progress 33 persen dan akan mengerahkan sumberdaya agar progress tersebut dapat terpenuhi, baik progress akhir tahun mau pun progres pelaksanaan proyek hingga tuntas senilai Rp 2,7 triliun.

Turut hadir saat penjelasan tersebut Asisten Administrasi Umum Hasmirizal Lubis, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Bambang Pardede, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Baharuddin Siagian, Kepala Biro Hukum Setdaprov Sumut Dwi Aries Sudarto, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sumut Mulyono dan Plt Kepala Dinas Kominfo Sumut Ilyas Sitorus.

Soewardjono menjelaskan pengerjaan proyek diharapkan selesai sesuai target. Sebagai kontraktor proyek tersebut, PT Waskita Karya optimis target progres 33% akhir tahun ini dapat dicapai, dan saat ini sudah berjalan 5%, “Ucap Dirut seperti dilansir dari grup Siberindo.co.

Menurutnya, peralatan akan disebar dalam minggu ini dan siap menyelesaikan pembangunan jalan. “Sampai dengan akhir Desember 2022, target Insya Allah akan tercapai, kami berjanji kepada Gubernur, mudah-mudahan bisa lebih dari 33%.

Ia meminta maaf kepada masyarakat Sumut yang sudah menunggu berjalannya proyek tersebut. Waskita berkomitmen tidak akan pernah meninggalkan proyek dalam keadaan belum selesai. Proyek akan diselesaikan sesuai rencana dan target.

“Kami mohon maaf atas keterlambatan progress proyek ini, kepada rakyat Sumut yang berharap bisa selesai, dengan kondisi yang ada kami mohon maaf, bukan berarti kami berhenti di sini,” Ungkapnya.

Destiawan mengaku adanya masalah teknis saat mengerjakan proyek tersebut. “Masalah teknis, kan ada design and build, kami survei dulu untuk membuat desain di lokasi yang tersebar itu, jadi setelah desain selesai, kami melakukan pelaksanaan pekerjaan, jadi ini yang mengalami hambatan di kami, dan sekarang desain itu sudah hampir 90%.

Waskita juga membantah tidak memiliki dana mengerjakan proyek tersebut. “Kalau nggak ada dana proyek-proyek Waskita yang lain nggak jalan dong, Insya Allah, masih berjalan nggak ada masalah,” Tegas Destiawan.

Apabila proyek tersebut tidak sesuai dengan rencana, bukan hanya Pemprov Sumut saja yang bermasalah. Waskita, menurutnya, juga akan bermasalah dengan diputus kontraknya.

“Bukan hanya Pemprov yang bermasalah, Waskita juga putus kontrak, Waskita sebagai perusahaan publik yang diputus kontraknya maka Pemerintah akan marah, PMN (penyertaan modal negara) akan ditarik lagi,” Paparnya.

Sementara kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Bambang Pardede juga menegaskan proyek tetap berjalan sesuai rencana. “Yakin dan percayalah proyek ini masih dilanjutkan,” Kata Bambang (*)