Ditpolairud Polda Lampung Tangkap Penambang Ilegal

1031

Lampung (Bumi1.com) Jajaran Ditpolairud Polda Lampung meringkus dua orang tersangka tindak pidana penambangan pasir ilegal. Dua orang pemilik tambang pasir ilegal itu berinisial ZRW dan WYD, Selasa (20/09/2022).

Hal itu dikatakan Direktur Polairud Kombes Pol. Sis Mulyono, didampingi Kabidhumas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Wadir Polairud AKBP Sulistiyono, Kasubdit Gakkum, AKBP Ruzwan Bahri, dan Kasubbid Penmas AKBP Rahmad Hidayat, saat melakukan Konferensi Persnya di halaman Mako Dit Polairud.

Dirpolairud Kombes Pol Sis Mulyono mengatakan berawal dari patroli Subdit Gakkum pada Jum’at (02/09) menemukan kegiatan penambangan pasir ilegal tanpa dilengkapi izin yang sah di Desa Rantau Jaya Ilir Kecamatan Putra Rumbia, Lampung Tengah.

“Kemudian keesokan harinya petugas Ditpolairud Polda Lampung menggrebek tempat tambang ilegal dan mengamankan dua orang tersangka saat sedang bekerja,”Kata Kombes Pol Sis pada Senin (19/09).

Selanjutnya kedua pelaku yang merupakan warga Lampung Tengah itu langsung dilakukan penahanan. Dari hasil pengakuan tersangka sudah beroperasi selama dua tahun dilokasi tersebut.

“Jadi mereka ini beroperasi jika ada pesanan atau order, langsung mereka kirim ke tempat orang yang memesan pasir,”Papar Kombes Sis.

Barang bukti yang turut diamankan dilokasi penambangan tersebut 1 unit kapal tongkang tanpa nama bermuatan pasir lebih kurang 2 kubik milik pelaku  ZRW dan 1 unit kapal tongkang tanpa nama bermuatan pasir lebih kurang 16 kubik milik pelaku WYD.

Selain itu petugas juga menyita 2 unit perahu klotok bermesin yanmar 18 PK, 2 unit mesin blower merk donveng 24 PK, untuk penyedotan pasir dan 1 unit kompayer merk donveng 10 PK.

Atas perbuatannya para tersangka akan di kenakan sanksi Pidana Pasal 158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 Tentang penambangan liar, “Tegas Sis.(Rls)