Senpi Ilegal Dan Coba Bunuh Rekannya, Pelaku Ditangkap Polisi

1055

Lampung (Bumi1.com) Seorang pelaku berinisial SH ditangkap personil Ditpolairud, karena pelaku melakukan tindak pidana percobaan pembunuhan dan kepemilikan senjata api ilegal.

Hal itu dikatakan Direktur Polairud Kombes Pol. Sis Mulyono, didampingi Kabidhumas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Wadir Polairud AKBP Sulistiyono, Kasubdit Gakkum, AKBP Ruzwan Bahri, dan Kasubbid Penmas AKBP Rahmad Hidayat, saat melakukan konferensi Pers di halaman Mako Dit Polairud, Senin (19/09/2022).

Penangkapan ini berdasarkan laporan Polisi nomor LP/B-808/VII/ 2022/SPKT/ Polda Lampung tanggal 27 Juli 2022, tentang tindak pidana percobaan pembunahan dan kepemilikan senjata api tanpa izin, “Kata Sis Mulyono.

Dirpolairud menjelaskan, kejadiannya berawal pada Jum’at 22 Juli 2022 sekira pukul 02.00 wib, pelaku inisial SH menyuruh saksi A memanggil korban DR dan saksi R, kemudian pelaku SH menyuruh saksi K menjemput korban di dermaga tanah merah mesuji dengan menggunakan unit speed lidah.

Kemudian pelaku inisial SH  bersama saksi korban DR dan R, ketengah sungai Mesuji menggunakan speed lidah, sesampainya di TKP pelaku SH menanyakan kepada korban DR mengenai HP pelaku yang hilang, “Ungkapnya.

Selanjutnya pelaku SH melakukan penembakan dari arah speed lidah ke arah sungai sebanyak 3 kali dengan maksud untuk menakuti korban DR kemudian pelaku SH menyuruh korban untuk menceburkan diri ke sungai Mesuji yang dalamnya kira – kira 4 sampai 5 meter, lalu korban di tinggalkan pelaku.

Kurang lebih selama 15 menit kemudian korban di jemput lagi menggunakan speed lidah dan dibawa kembali ke dermaga tanah merah, selanjutnya korban melaporkan atas kejadian tersebut ke SPKT Polda Lampung, “Paparannya.

Berdasarkan info kejadian itu, pihak Kepolisian dari jajaran Ditpolairud bergerak cepat merespon laporan korban pada Kamis 4 Agustus 2022 sekira pukul 17.00 wib.

Kemudian team Intelair Ditpolair tiba di pangkalan kapal C3 XXV-1009 Mesuji, untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Dari hasil penyelidikan didapat informasi dari bahwa terduga pelaku berada di KM 10 blok 4 widayu Mandira Kelurahan Sungai Menang OKI Sumsel.

Setelah mendapat info tersebut team bersama komandan kapal C3 XXV-1009 di dampingi oleh team intelair mengamankan terduga pelaku dilokasi bersama barang bukti. Terduga pelaku dibawa kemako Dit Polairud Polda Lampung guna proses penyidikan lebih lanjut, “Ujarnya.

Dari hasil penangkapan petugas Kepolisian menyita sejumlah barang bukti 1 unit mesin perahu speed lidah merk yamaha 40 pk, 1 (satu) pucuk senjata api rakitan warna chroom atau stenlis dengan gagang dilapisi lakban warna hitam, dan 1 (satu) butir amunisi kaliber 5,56 mm.

Atas perbuatannya pelaku di ancam dengan pasal 340 KUHP, Juncto Pasal 53 KUHP tentang percobaan pembunuhan dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun, dalam hal percobaan jika kejahatan diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Dan terhadap kepemilikan senpi ilegal, pelaku dapat di ancam pasal 1 ayat (1) uu darurat no. 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa hak dengan ancaman dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi tingginya dua puluh tahun, “Tegasnya.(Rls)