Usai Liputan Di Kejari Pringsewu Wartawan Diancam Badik

1074

Lampung  (Bumi1.com) Seorang Wartawan atas nama Eprizal (49) tahun menjadi korban intimidasi dan pengancaman oleh inisial NH terperiksa di Kejaksaan Negeri Pringsewu, dengan menggunakan senjata tajam jenis Badik, Jum’at (15/07/2022).

Pengancaman tersebut diduga adanya penulisan berita pres realeace dari Kejaksaan terkait pemeriksaan NH di Kejaksaan Pringsewu.

Eprizal kepada wartawan mengatakan kejadian pengancaman tersebut berawal saat dirinya masih dirumah bersama anak dan istrinya pada Rabu (13/07) sekira pukul 07.30 wib.

Peliputan itu terkait pemeriksaan NH di Kejaksaan Pringsewu, adanya dugaan kasus pengadaan alat prokes Pilkakon serentak tahun 2022.

 “Seperti biasa saya di undang oleh Kastel Kejari Pringsewu untuk mengambil data pres rilis di Kejaksaan. Dan posisinya di kantor Kejaksaan Pringsewu, awalnya biasa saja enggak ada masalah apa-apa.

Tak diduga rumah di datangi dua kali, yakni pada malam Selasa pukul 07.30 pagi, NH datang ngancam pakai badik,”Kata Eprizal
pada Kamis (14/07) seperti dikutip dari media kompeten.

Selang satu hari tepatnya pada Kamis (14/07) Eprizal, Korban pengancaman  melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan NH belum bisa di hubungi atau memberikan keterangannya. Berdasarkan informasi ancaman tersebut berkaitan peliputan dugaan kasus pengadaan alat prokes Pilkakon serentak tahun 2022.

Perlu diketahui, dalam Pasal 18 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur bahwa tindakan melawan hukum berupa sengaja menghambat atau menghalangi kerja-kerja Wartawan/Jurnalistik dapat dipidana paling lama dua tahun penjara atau denda maksimal Rp 500 juta.(*)