Dirjen Bina Bangda Dukung Business Matching Tahab Ke-3

109

Jakarta (Bumi1.com) Direktur Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi memberikan dukungan pada kegiatan Business Matching lanjutan tahap 3 sebagai aksi afirmasi peningkatan pembelian dan pemanfaatan Produk Dalam Negeri (PDN) dalam rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Hal tersebut disampaikan pada saat rapat koordinasi tindak lanjut Aksi Afirmasi Produk Dalam Negeri, melalui video conference pada Rabu (11/06) kemarin.

Sudah tercatat komitmen belanja Pemerintah terhadap produk UMKM sesuai data RUP LKPP mencapai Rp481 triliun. Langkah berikutnya adalah merealisasikan komitmen menjadi kontrak kerjasama dengan para UMKM.

Lanjut Teguh, Teguh menambahkan perlu adanya sosialisasi ke Pemda terkait pengadaan dengan menerapkan pembayaran non tunai atau dengan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), “Ucap Teguh pada Kamis (12/05/2022).

Selain itu untuk Bank Pemerintah Daerah agar segera melakukan Kerjasama dengan Bank Pemerintah (BUMN) untuk mengeluarkan KKPD yang dapat digunakan oleh Bendahara Pengeluaran  di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya melalui Uang Persediaan (UP).

Teguh juga menambahkan terkait potensi kontrak yang harus direalisasikan pada bulan Mei untuk 10 Pemprov dengan Nilai RUP PDN terbesar agar segera melakukan langkah-langkah penandatangan kontraknya, “Paparnya.

Serta peningkatan jumlah e-Marketplace yang join serta menambah cakupan layanan e-Marketplace, yang bisa menjangkau seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Pelaksanaan Kegiatan Business Matching Tahap III nantinya akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan Mei 2022 dengan panitia pelaksana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Agenda pada kegiatan Business Matching Tahap III adalah pameran industri Dalam Negeri Unggulan dan Talkshow Proses Bisnis Industri Dalam Negeri Unqgulan.

Adapun sektor pameran PDN unggulan yang akan dilibatkan adalah Sektor Kesehatan, Sektor Konstruksi, Sektor Industri seperti kendaraan listrik, Sektor UMKM, Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Sektor Pangan dan Pertanian,”Pungkasnya.(Rls)