Bejat Oknum Guru Ponpes OKU Selatan Cabuli Santrinya

1016

Sumsel (Bumi1.com) Polisi menetapkan seorang guru pesantren di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan berinisial MST (50) tahun warga Kecamatan Buay Pemaca, menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap salah satu santrinya, Jum’at (31/12/2021).

Kapolres OKU Selatan, AKBP Indra Arya Yudha mengatakan aparat kepolisian menerima laporan terkait kasus itu dari orang tua korban pada 28 Desember lalu. Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

Polisi menetapkan satu orang tersangka dalam kasus itu. “Saat ini kami sudah menetapkan tersangka setelah melengkapi alat bukti,” Kata Kapolres saat konferensi pers di halaman Mapolres setempat, Kamis (30/12).

“Sejauh ini hanya satu orang yang menjadi korban perbuatan guru tersebut. “Korbanya ada satu santri saja. Kapolres menjelaskan, aksi pencabulan itu dilakukan tersangka sekitar bulan April 2021 sekira pukul 10.00 wib pada saat itu pondok pesantren sedang libur menyambut bulan ramadhan.

Hampir semua santri yang mondok pulang ke rumah masing-masing, sementara korban tidak pulang kerumah. “Kejadian bermula saat korban sedang duduk memainkan handphone di dalam asrama putri, tiba-tiba tersangka MST masuk ke asrama korban.

Melihat pelaku yang nyelonong masuk, korban menanyainya namun pelaku tak menjawabnya dan langsung memeluk korban sampai korban jatuh terlentang,”Ungkap AKBP Indra seperti dilansir dari grup Siberindo.co.

Lanjut Kapolres, korban berusaha melepaskan diri dari pelukan tersangka dengan cara mendorong tubuh tersangka. Namun tersangka terlalu kuat dan terus berusaha menyalurkan hasratnya dengan memegang tangan korban kemudian melancarkan aksinya.

“Setelah kejadian itu tepat pada bulan Juni, korban menghubungi pelaku untuk memberitahu jika ia sudah tidak menstruasi lagi, ”Papar Kapolres.

Pelaku menyangkal dengan alasan jika korban tidak menstruasi lagi karena mengidap penyakit. Setelah itu pada 21 Desember 2021 sekira pukul 12:30 wib korban melahirkan di dalam kamar mandi pondok.

Untuk barang bukti yang berhasil diamankan kepolisian berupa satu sarung berwarna coklat bergaris dan satu unit ponsel merek Oppo A54. Saat ini tersangka diamankan ke Polres OKU Selatan dan dikenakan Pasal 285 KUH Pidana tentang pemerkosaan, “Tegas Kapolres.

Pondok pesantren yang terletak di Kecamatan Buay Pemaca tersebut memiliki jumlah santri kurang lebihnya 300 orang dan yang tinggal di asrama sebanyak 200 orang dengan rincian 150 santri putri dan 50 orang santri laki-laki. (*)