Pencurian Sasis Motor Berujung Damai Di Mapolsek Bandar Sribhawono

10613

Lampung (Bumi1.com) Kasus pencurian barang bekas seperti rongsokan sasis motor di dusun 16 Desa Bandar Agung Kecamatan Bandar Sribhawono Lampung Timur, pada Kamis (23/12) berujung damai di Mapolsek Bandar Sribhawono.

Setelah dilakukan mediasi berdamai antara korban dan pelaku pencuri, lalu para pelaku yang berusia masih anak-anak itu dibolehkan pulang atau bekerja mencari rongsokan kembali dengan cara membeli milik orang, Jum’at (24/12/2021).

Kapolsek Bandar Sribhawono Iptu Suarman saat dikonfirmasi kepada Bumi1.com melalui telepon selulernya mengatakan pelakunya pencari rongsokan (Pemulung), melakukan aksi pencurian sasis motornya pada Kamis (23/12) di dusun 16 Desa Bandar Agung.

“Kelompoknya itu ada tuju orang, dengan cara membeli rongsok membawa mobil dan yang lainya jalan nanyak kerumah-rumah warga, ada rongsokan apa tidak. Jadi kesememuanya itu rombongan pembeli rongsok, tetapi sebagian ada anak-anak.

Lalu kelompok pembeli rongsok mendatangi rumah warga di dusun 16 Desa Bandar Agung dan nyari orangnya tidak ada, langsung barang bekas berupa sasis motor itu diambilnya oleh inisial DA (13) tahun dan A (13) tahun masing-masing pelaku itu masih dibawah umur.

Lanjutnya, setelah sasis motornya dinaikan keatas mobil sama ketiga pembeli rongsok warga Lampung Selatan, ketauan dan dikejarlah oleh warga,”Kata Iptu Suarman kepada Bumi1.com.

Setelah kejadian itu anggota Polsek Sribhawono langsung mencari dan mendatangi rumah korban bernama Kurotin pemilik sasis motor. Lalu kita suruh laporan namun korban tidak mau, karena dengan alasan yang diambil hanya besi rongsok dan itupun sudah tidak ada setangnya.

Kapolsek menjelaskan, barang yang dicurinya itu tidak ada sok dan yang lainnya hanya mesin itupun sudah berkarat yang menempel disasisnya. Kemudian semua pelaku kita bawa ke kantor berikut korbannya.

Korban setelah datang kekantor kita suruh buat laporan tetapi gak mau. Jawabnya yang penting sasis motornya dipulangkan saja pak. Intinya gak mau laporan lalu dilakukan mediasi dengan berdamai antara kedua belah pihak kelompok pembeli rongsok dan korban pemilik sasis motor tersebut.”Ucap Kapolsek.

Kalau yang ngambilnya ada dua orang itupun masih anak-anak, tetapi inikan kelompok. jadi kelompok pembeli rongsok ada tujuh orang itu membawa mobil dengan cara beli kardus dan beli macam – macam seperti barang bekas jenis rongsokan.

Akhirnya kita panggil pamong dan Pokdar untuk diadakan mediasi berdamai, dalam mediasi dikantor palaku memulangkan sasis motor tersebut, lalu pihak korbanpun menerima yang terpenting sasis motornya dipulangkan. “Papar Kapolsek. (Roni)