Kapolda Jatim : Alun-Alun Ditutup Saat Tahun Baru

106

Jatim (Bumi1.com) Alun-alun di seluruh Jawa Timur, akan ditutup pada tahun baru mendatang, sebagai persiapan pengamanan Natal 2022 dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) “Operasi Lilin Semeru 2021” dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 – 2022 di Jawa Timur.

Acara rakor “Operasi Lilin Semeru 2021”  berlangsung di Mahameru Mapolda Jatim bersama Forkopimda Jatim bersama seluruh stakeholder, Minggu (19/12/2021).

“Perayaan Nataru 2022 masih dihadapkan dengan penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia, meskipun saat ini angka penularannya mengalami penurunan signifikan dan relatif dapat dikendalikan, namun di wilayah Jatim masih terdapat beberapa wilayah yang masuk level 3 berdasarkan Inmendagri No67 tahun 2021,” Kata Nico Afinta.

Menurutnya, seiring dengan mulai longgarnya kegiatan PPKM sebagai efek dari diturunkannya level PPKM tersebut, penyebabnya adalah kurangnya perhatian masyarakat terhadap protokol kesehatan (Prokes).

“Hal ini terlihat dari banyaknya kerumunan massa di beberapa lokasi, seperti di Mall, tempat hiburan, dan lokasi publik lainnya. Bahkan beberapa lokasi tersebut sudah abai terhadap aplikasi peduli lindungi, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan kluster – kluster penyebaran Covid-19 di ruang publik.

Apalagi saat ini telah ditemukan virus varian baru yaitu Omicorn,” Ucap Kapolda Jatim, saat membuka Rakor Operasi Lilin Semeru 2021, pada Sabtu (18/12) seperti dilansir dari grup Siberindo.co.

Lanjut Nico, untuk mencegah penyebaran virus tersebut di Indonesia, Pemerintah melalui SKB 3 menteri telah mengeluarkan kebijakan peniadaan cuti bersama saat libur Nataru 2022, serta pemberlakuan Inmendagri No 66 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat Nataru.

Kebijakan tersebut tujuannya untuk membatasi mobilitas masyarakat, terutama pada saat libur Natal 2021 dan menghadapi tahun baru 2022. Sehingga diharapkan pasca libur Nataru 2021 tidak terjadi ledakan penyebaran Covid-19 seperti yang dikhawatirkan oleh para ahli epidemiologi,” Jelasnya.

“Kita sudah lakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dengan fokus kepada Operasi yustisi, Cipkon Harkamtibmas dan kegiatan lalulintas, untuk mendukung penanganan covid-19 serta menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif menjelang Nataru.

Disisi lain, Operasi Lilin Semeru 2021 ini akan dilaksanakan selama 10 hari, terhitung mulai tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022. “Kami akan melibatkan sebanyak 9.940 personel yang terdiri 930 personel Polda dan 9.010 personel Polres Jajaran,”Pungkasnya.(*)