Septa Pengecer Pupuk Subsidi Katakan,  Kuotanya Tidak Pasti

1072

Lampung (Bumi1.com) Pengiriman kuota pupuk bersubsidi di dua Desa yaitu Desa Braja Kencana dan Desa Braja Luhur Kecamatan Braja Selebah Lampung Timur, itu tidak pasti jumlah kuota pengirimanya. Jum’at (10/12/2021).

Hal itu dikatakan oleh pengecer pupuk bersubsidi di Desa Braja Kencana dan Desa Braja Luhur Sapta Noviana, saat dijumpai di kediamannya di tempat pengepul pupuk dari distributor.

Pengecer pupuk bersubsidi di Desa Braja Kencana dan Desa Braja Luhur Septa Noviana saat dikonfirmasi kuota pupuk yang didapat dan harga pupuk persaknya mengatakan untuk kuota pupuk dari total jumlah RDKK di Desa Braja Luhur dan Kencana yang diterima dari distributor sebesar 40%.

Untuk pengiriman pupuk di dua Desa itu tidak pasti kadang 20 sampai 30 ton bangkan lebih sampai 60 ton tergantung dari distributor kuotanya masih banyak atau tidak.

Kalau jumlah RDKK di dua Desa di kelompok-kelompok tani, kita tinggal mengajukan saja, untuk harga het Urea 112500 dan SP 120000 itu ngambil di tempat kita.

“Kalau kita yang anter itu dah lain-lain lagi ada biaya operasional ada sendiri dan itu sepakat sama kelompok-kelompok tani, kalau mau harga het ngambil kelapak disini, ”Kata Septa pengecer pupuk kepada Bumi1.com.

Lanjut Septa, untuk para petani di dua Desa yang mengambil pupuk subsidi ke kita itu masih kekurangan, karena tidak mencukupi kuota pupuk subsidi dari Pemerintah yang diberikan kepada kelompok tani.

Untuk sistem pengambilan pupuk bersubsidi tahun ini kita harus bikin pengajuan dari kelompok tani dan diajukan kedistributor baru pupuk bisa turun kekita,”Jelasnya.

Septa pengecer pupuk subsidi saat ditanya terkait pupuk untuk para petani dalam satu hektar yang dibutuhkan 5 kintal yang didapat untuk para kelompok-kelompok tani. “Ungkapnya.

Ditempat berbeda Suratno ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Braja Luhur yang memiliki anggota sekitar 30 orang kepada Bumi1.com menjelaskan penerimaan pupuk subsidi di kelompok kami itu sekitar 20 ton pengiriman pupuk.

Itu dalam sekali musim panen bisa tiga kali pengiriman, terkadang juga tidak menentu untuk pengirimannya pupuk. Luasan wilayah pertanian disini ada 50 hektar terdiri dari perkebunan dan persawahan.

Permintaan pupuk yang di inginkan itu rata – rata 2 ton bahkan terkadang sampai 5 ton. Kita ecerkan pupuk Urea ke petani itu persaknya kisaran 112500 untuk pupuk Ponskha Rp 115.000.”Jelasnya.

Untuk sistem pembeliannya kelompok tani itu kes semua. Alhamdulillah selama saya pegang ini untuk kebutuhan pupuk tercukupi, “Kata Suratno.

Saya mewakili para petani berharap kepada Pemerintah untuk kuota pupuk bersubsidi agar ditambah kuota pupuknya. “Harap Poktan Braja Luhur.(Erwan)