Rempong Damkar Aroforestry Lampung Harus Dijaga

108

Lampung (Bumi1.com) Repong Damar Mata Kucing (Shore javanica) di Pesisir Barat Lampung merupakan agroforestry yang sudah turun temurun dan dikenal tidak saja di Indonesia namun dunia, acara berlangsung di Aula Fakultas Pertanian Unila, Sabtu (04/12/2021).

Oleh karenanya harus dijaga dan dipertahankan, “Kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutanya yang dibacakan oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembanguan Kusnardi, pada Seminar Nasional Repong Damar, pada Kamis (02/12).

Gubernur Lampung mengingatkan bahwa repong damar adalah contoh baik dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Hal ini sesuai dengan konsep “Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera”. Repong damar merupakan perwujudan kearifan lokal dalam pengelolaan hutan.

“Sebagai bentuk perhatian dan peran serta masyarakat lokal terhadap kelestarian hutan dan lingkungan. Oleh karenanya perlu adanya sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pelestariannya. “Pungkasnya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno menyampaikan pengarusutamaan konservasi melalui pendekatan terpadu yang meliputi pendekatan struktural, pendekatan cultural, pendekatan edukasi dan pendekatan hokum yang diwujudkan melalui collective awereness, collective action, dan social capital.

Kolaborasi sebagai kata kunci perlu dilakukan degan kolaborasi pentahelix yang meliputi pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi dan media pada multi level kepemimpinan.

Dalam seminar nasional ini juga disampaikan paparan yang disampaikan oleh Prof. Sugeng P. Harianto, Bainah Sari Dewi, Prof. Irwan Sukri Banuwa, Slamet Budi Yuwono yang menyampaikan dari berbaga aspek keilmuan.

Selain itu juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Krui, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung.

Kegiatan yang dilakukan secara hybrid dengan memadukan luring dan daring baik melalui zoom meering dan youtube channel Fakultas Pertanian Unila.

Juga turut hadir UPT KLHK di Provinsi Lampung, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, NGO, Akademisi dan mahasiswa Universitas Lampung.

Setelah berakhirnya kegiatan Seminat Nasional dilanjutkan penanam pohon di Laboratorium Lapangan Fakultas Pertanian guna menyemarakkan Bulan Menanam Nasional Tahun 2021 di Universitas Lampung.(Rls)