Bupati Lamteng Resmikan Jalan Hotmix Sepanjang 4,2 KM

1017 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Bupati Musa Ahmad resmikan jalan hotmix sepanjang 4,2 KM di Kampung Rama Nirwana Kecamatan Seputih Raman yang merupakan salah satu bentuk pengaplikasian dalam program Bupati Ngantor di Kampung (Bunga Kampung), Kamis (04/11/2021).

Dalam kesempatan itu Musa Ahmad mengingatkan pada para rekanan agar ikuti aturan sesuai prosedur saat mengerjakan proyek apapun, jangan sampai menyimpang dari rap yang sudah ada, karena menurutnya pemerintah daerah sudah siapkan semuanya, mulai dari konsultan maupun pengawasan.

“Saya juga meminta pada masyarakat agar merawat jalan ini, jangan sampai cepat rusak, silahkan di atur kendaraan yang lewat sesuai dengan kapasitasnya. Karena di masa pandemi Covid-19  ini, anggaran kita banyak terserap, sehingga tidak mudah untuk membangun jalan sampai sepanjang ini,” Pintanya.

Untuk diketahui bahwa di Lampung Tengah saat ini sedang ada sekitar 90 titik pembangunan jalan, sedangkan di Seputih Raman sendiri ada 4 titik dan ada juga pembangunan jembatan.

“Saya pastikan akan kita copot bila ada kepala dinas maupun bawahannya yang berani bermain proyek,” Kata Musa memberi warning.

“Terutama untuk dinas Bina Marga, jangan coba untuk bermain dengan rekanan, pola lama seperti ini, tidak berlaku untuk saya, silahkan bila ingin mencoba, saya tidak akan segan untuk mencopot jabatan kalian,”Tegasnya.

Sementara itu, kepala Kampung Rama Nirwana Gusti Nyoman, mengatakan bahwa dengan dibangunnya jalan hotmix yang menelan anggaran RP 7,9 miliar ini sangat membantu perekonomian masyarakat di kampung yang Ia pimpin.

“Tadinya kondisi Jalan ini sangat buruk sekali, sudah puluhan tahun kondisinya rusak parah, sehingga sangat menggangu perekonomian masyarakat. Kita ucapkan terima kasih pada bupati yang telah membangun jalan Kampung Nirwana ini,”Kata Nyoman.

Sedangkan di satu sisi, warga kampung Nirwana Putu Ika mengatakan, dirinya dan masyarakat lain kini sudah tidak perlu susah-susah lagi mengangkut hasil bumi yang merupakan sebagai mata pencaharian mereka untuk dijual ke luar daerah kampung karena kondisi jalan sudah bagus.

“Sekarang kita tidak repot lagi mengangkut hasil bumi, pakai motor saja sudah nyaman karena jalannya mulus,” Paparnya. (Rls/Mardian)