Ribuan Murid SD Di Bekasi Akan Ikuti Asesmen

1017

JAKARTA (Bumi1.com) Guna meningkatkan mutu pendidikan dalam pengembangan kompetensi dan karakter murid, sebanyak 1.014 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bekasi melakukan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Minggu (31/10/2021).

Kepala bidang pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Yudi mengatakan asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat dalam memperbaiki kualitas belajar-mengajar yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Asesmen Nasional ini akan menghasilkan informasi untuk memantau perkembangan mutu dari waktu ke waktu dan kesenjangan antar bagian di dalam sistem Pendidikan.

“Misalnya kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antar daerah, atau pun kesenjangan antar kelompok berdasarkan atribut tertentu,” Kata Yudi pada Kamis (28/10) seperti dilangsir dari Siberindo.co.

Asesmen ini juga diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

“Semoga semua berjalan dengan lancar dan bisa menjadi manfaat buat masyarakat dengan lebih aktif membawa anak- anaknya untuk menjadi generasi terbaik bangsa,” Harapnya.

Lanjut Yudi, kegiatan ( asesemen SD) ini menjadi prioritas utama dalam mendukung program terhadap mutu di setiap sekolah yang tersebar di seluruh Kabupaten Bekasi guna mendukung program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Kegiatan simulasi ANBK ini untuk mempersiapkan pelaksanaan yang sesungguhnya yang dibagi beberapa gelombang. Gelombang I dan II akan digelar pada tanggal 15 – 18 November 2021, gelombang III dan IV digelar pada tanggal 22 – 25 November 2021.

Adapun pelaksanaan ANBK tersebut terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori mandiri dan menumpang. Mandiri bagi sekolah yang sudah siap sarana prasarananya (terutama TIK).

Bagi sekolah yang belum siap sarana prasarananya disarankan menumpang ke sekolah lain bisa ke SD ke SMP atau SMA/SMK yang berada di lingkungan Kabupaten Bekasi. “Pesanya. (Agus)