Kajari Lampung Timur Hentikan Perkara Pencurian Getah Karet

1050 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Timur menghentikan penuntutan berdasarkan keadilan restoratife terhadap perkara pencurian getah Karet yang nilainya enam ratus ribu rupiah, terdakwa mencuri karena untuk membeli susu anaknya, Rabu (29/09/2021).

Bahwa pada pukul 15.00 wib di rumah tahanan kelas II B Sukadana Kajari Sukadana Ariana Juliastuty, SH.MH dengan didampingi Kasi Pidum Merryon H. Putra SH.MH serta Kasi Intelijen M.A Qadri SH.MH dan JPU M Habbi H SH.MH telah menghentikan penuntutan perkara atas nama Eksan Taufik.

Eksan yang melanggar Pasal 362 KUHP dengan nilai kerugian berupa 67 (enam puluh tujuh) kilo gram getah karet senilai Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) dimana terdakwa Eksan melakukan pencurian tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya untuk membeli susu kedua anaknya yang masih berumur (2 ) tahun dan (8) tahun. “Kata Kajari Ariana pada Selasa (28/09).

“Sebelum dilakukan kegiatan restorative justice, saksi korban dan tersangka telah bersepakat untuk berdamai yang dituangkan dalam surat perjanjian perdamaian yang disaksikan oleh kepala Desa, orang tua korban dan tokoh masyarakat pada tujuh hari setelah proses tahap II.

Kajari menjelaskan, pada Senin (27/09) sekira pukul 07.00 wib telah di laksanakan kegiatan pemaparan restorative justice oleh Kejaksaan Negeri Lampung Timur dengan Kejaksaan Tinggi Lampung dan Jaksa Agung Muda Pidana Umum secara video conference yang dibuka oleh Kajari Lampung Timur Ariana Juliastuty, SH.MH dengan di dampingi Merryon Hariputra SH.MH dan Jaksa Penuntut Umum Muchamad Habi Hendarso, SH. MH.”Paparnya.

Pada saat itu juga menghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative tersebut, penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku atau korban dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil.

Dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula bukan pembalasan dan kegiatan restorative justice dilaksanakan sesuai dengan peraturan Kejaksaan nomor 15 tahun 2020 tanggal 21 jJuli 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.”Tutup Kajari. (Red)