Bupati Asahan Hadiri Kunjungan Presiden Dirumah Dinas

103 Kali Dilihat

Sumsel (Bumi1.com) Bupati Asahan H Surya BSc menghadiri kunjungan kerja (Kunker) sekaligus mendengarkan arahan Presiden Ir. Joko Widodo bertempat di aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman No. 41 Kota Medan, Jum,at (17/09/2021).

Presiden RI meminta Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Forkopimda terus mendorong percepatan vaksinasi. Presiden ingin stok vaksin di daerah tidak lama berada di gudang penyimpanan.

“Kita berpacu dengan waktu. Jangan sampai ada stok di daerah yang tersimpang dalam gudang. Vaksin datang suntikan ke masyarakat. Habis minta ke Gubernur.

Sekarang stok vaksin kita ada, walau di awal kita sempat kesulitan mendapat vaksin. Karena negara yang membuat mengutamakan masyarakatnya lebih dulu,” Kata Presiden pada Kamis (16/09) seperti dilangsir dari Siberindo.co.

Capaian vaksinasi Sumut secara keseluruhan mencapai 25,7% untuk dosis pertama, 15,9% dosis kedua, dosis ketiga mencapai 47,4%. Joko Widodo mengapresiasi kinerja Pemprov Sumut dalam vaksinasi, namun masih perlu peningkatan agar target tercapai.

“Sudah 26% untuk masyarakat umum dan 24% untuk lansia, saya apresiasi kerja keras bapak ibu sekalian. Tetapi kita masih perlu mengejar target kita karena masih jauh dari target. Ini butuh kerja sama dengan semua pihak, tokoh agama, tokoh masyarakat,” Ucap Jokowi.

Sementara Gubsu Edy Rahmayadi mengungkapkan kami akan terus berupaya untuk meningkatkan vaksinasi ke masyarakat. Dengan mempercepat vaksinasi akan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak Covid-19.

Walau begitu, Edy Rahmayadi terus mengingatkan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Pake masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan hindari kerumunan.

Meningkatnya vaksinasi di Sumut berdampak pada angka kematian penderita Covid-19. Angka kematian 2,6% dari jumlah terkonfirmasi positif, lebih rendah dari nasional (3,24%). Angka kesembuhan mencapai 93,3% dari sebelumnya 62,8%.

Panglima TNI Jendral Hadi Tjahjanjto mengatakan Sumut perlu mengurangi kesenjangan perolehan vaksin di 33 kabupaten/kota. Dengan begitu masyarakat Sumut akan terlindungi dari Covid-19.

“Tidak bisa kita fokuskan hanya di satu daerah saja. Penanganan Covid-19 akan sulit bila daerah di sekitarnya masih tinggi penyebarannya. Jangan biarkan adanya gap jumlah vaksin yang besar di 33 kabupaten/kota,” Kata Hadi.(*)