Hasil Monitoring, Pemkab Lamsel Bakal Surati PT ASDP Bakauheni

106 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Tumpukan sampah terlihat menggunung di sebuah lahan di dusun Kampung Jering Cimalaya Desa Bakauheni Lampung Selatan. Aroma tak sedap menyengat lalat pun beterbangan di sekitarnya.

Lokasi pembuangan sampah yang diketahui sebelumnya dikelola tanpa izin oleh sebuah perusahaan swasta itu tepatnya persis di tepi jurang.

Sampah yang laku dijual, seperti bekas kemasan minuman dikumpulkan oleh perongsok. Sementara sampah lainnya dibiarkan menggunung dan sebagian ada yang dibakar.

Menurut sejumlah pekerja rongsok dan warga setempat, sampah tersebut sebagian besar berasal dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni.

Dari hasil investigasi Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, PT ASDP memang mempercayakan pihak ketiga, dalam hal pengelolaan sampahnya. Namun sayangnya sampah itu tidak dikelola dengan baik.

Situasi ini dikeluhkan warga setempat. Tak hanya persoalan bau tak sedap, tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik juga dapat mencemari air tanah, dan berdampak buruk bagi lingkungan dan warga sekitar.

Mendapati tumpukan sampah yang berserakan di lokasi pembuangan sampah tersebut, sontak membuat Tim Terpadu Pemkab Lampung Selatan geram. Pasalnya, PT ASDP seolah lalai dalam pengawasan pengelolaan limbahnya, dan abai terhadap dampaknya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, selaku Ketua Tim Terpadu pengawasan, penertiban, dan evaluasi perizinan perusahaan mengatakan untuk PT ASDP agar kiranya dapat membenahi sistem pengolahan sampahnya, baik itu secara langsung maupun melalui vendornya.

“Artinya harus ada manajemen kontrol, apakah pembuangan sampah sudah benar apa belum? Sebab, dari hasil peninjauan di lapangan, kami melihat kemarin ternyata sampah dibuang di lahan warga di tepian jurang, inikan tak boleh,” Kata Sefri pada Rabu (08/09).

Sefri menegaskan, sampah atau limbah perusahaan harus dikelola dengan baik agar tak mencemari lingkungan. Selain itu, sampah juga tak boleh dibakar, karena selain dapat menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu warga setempat.

“Juga dapat membahayakan, kerena berbagai bahan kimia yang terkandung di dalamnya akan memuai ke udara dan memicu polusi.

Sangat disayangkan, hal ini sudah berlangsung lama, informasi penjaga di sana, pembuangan sampai di lahan warga tersebut sudah berlangsung selama 5 tahun. Jika informasi ini benar, hal ini sangat disayangkan. Buang sampah itu harusnya di TPA resmi,” Tegas Sefri.

Pemkab Lampung Selatan secepatnya akan menyurati pihak PT ASDP agar segera membenahi sistem pengolahan limbahnya. PT ASDP tak boleh serta merta sekadar menyerahkan ke pihak ke-tiga tanpa ada evaluasi secara berkala, terlebih belakangan diketahui pihak swasta tersebut tak memiliki izin dan menyalahi Perda setempat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sejatinya telah menyediakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang resmi, yakni di TPA Tanjungsari Natar, dan TPA Lubuk Kalianda,” Tandasnya. (Jhony/Rls)