Terkait Irigasi, Komisi III DPRD Pesawaran Akan Panggil Dinas PUPR

108

Lampung (Bumi1.com) Banyaknya keluhan para warga Desa Mada Jaya Kecamatan Way Khilau Pesawaran, tentang buruknya proyek irigasi yang menelan anggaran milyaran rupiah, Kamis (19/08/2021).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesawaran, bidang Komisi III DPRD setempat akan segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesawaran.

“Saya sebagai wakil rakyat yang notabennya mewakili masyarakat Kabupaten Pesawaran, jika ada pekerjaan yang pekerjaannya seperti itu tidak sesuai dengan spek tentunya saya merasa prihatin, dan secara kelembagaan nanti akan saya sampaikan kepada rekan-rekan di Komisi III untuk kita segera turun langsung,” Kata Bambang Suheri dari Fraksi Golkar.

Bambang menambahkan, kalau memang nanti benar yang terjadi seperti itu pekerjaan yang dikerjakan asal-asalan, ya nanti tentu saja kami akan menegor pihak PUnya, karena itukan rekanan masih bekerja dengan PU. Nanti PU baru memanggil pihak rekanan, karena mitra kerja kami Dinas PUPRnya.

“Kalau memang nanti tidak sesuai yang kita harapkan dan tidak sesuai spek ya kita suruh memperbaiki, irigasi ini dibangun tujuannya untuk memakmurkan petani, kalau asal-asalan kayak gini tentu saja merugikan semuanya,” Ungkapnya.

Lanjut Bambang, nanti teknisnya secara kelembagaan kami bahas diinternal Komisi III, kemudian kami akan cek kelapangan, jika terbukti dikerjakan asal-asalan, Komisi III nanti kami akan memanggil PUPR, jika nanti tidak diindahkan kami akan ajukan ke ranah hukum.”Tegasnya.

Sementara warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya atas pekerjaan proyek tersebut, menurutnya warga sengaja memperbaiki irigasi ini bersama-sama dengan bergotong royong, karena keadaan bangunan yang baru itu sudah banyak kerusakan.

” Ya kami bergotong royong hari ini memasang pondasi karena pekerjaan mereka ditinggalkan begitu saja, kami berharap kepada Bupati bisa turun langsung mengcroscek kelokasi ini, biar tau keluhan kami, “Ucapnya.

Saya merasa kecewa dengan pembangunan yang menelan anggaran yang sangat besar itu. “Belum beres sudah ditinggalkan begitu saja, terlalu besar mereka ngambil keuntungannya, inikan uang masyarakat juga.”Pungkasnya. (Magelhen)