Rumah Milik Warga Lamtim Digledah Densus 88

10480 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Rumah milik warga
dusun V Rt 33 Desa Labuan Ratu I Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, digeledah oleh Densus 88, pada Sabtu (14/08/2021).

Menurut As (30) tahun warga dusun V Sidorjo Labuan Ratu 1 kepada Bumi1.com mengatakan kejadianya tadi malam, dibawanya pak Sugeng itu tidak tau sama sekali.

Namun tadi pagi sekira jam 10.00 Wib itu ada Densus 88 mau minta saksi untuk melakukan penggeledahan terhadap rumahnya pak Sugeng. “Jelasnya.

Yang kami tau, pak Sugeng baik dan bermasyarakat juga sering kumpul-kumpul ngobrol di depan rumah bersama-sama tetangga sekitar termasuk istrinya juga baik, kalau pak Sugeng usahanya jualan sepatu di pasar.

Lanjutnya, bahkan selalu aktif kalau ada kegiatan keagamaan, setiap hari juga selalu sholat berjamaah di Masjid, kalau untuk tamu-tamu yang datang kerumahnya itu tidak ada.

Tetapi setiap jam 4 sore anak-anak ngaji dirumah, dan yang ngajar ngaji istri sama anak perempuannya karena anakku juga ngaji disitu. ” Katanya.

Sementara Amral  Kadus V Desa Labuan Ratu I membenarkan bahwa ada warganya yang dibawa  Densus 88  inisial SG (54) tahun, setelah itu saya ditelpon oleh Kabidhumas Polda Lampung.

Bahwa mau ada penggeledahan ke rumah tersangka untuk dimintai mendampingi sebagai saksi saja, karena semua dari Polda dan Densus 88.

Saat penangkapan saya sendiri tidak tau, saya cuma diminta untuk mendampingi saja pada saat penggeledahan rumah pak Sugeng bersama-sama anggota Polsek Way Jepara. “Ucapnya.

Barang bukti yang dirumah tersangka saat penggeledahan ada buku-buku, kaos seragam ada juga semacam Bionet (Sangkur) dan satu busur panah beserta anak panahnya ada dua. Kalau kesehariannya pak Sugeng itu berjualan sepatu di Pasar Sribhawono, Pasar Way Jepara dan Pasar Tridatu.

Tadi saya dan pak RT ikut masuk rumah bersama Densus 88 yang berjumlah enam (6) orang dan didampingi dari anggota Polsek Way Jepara, saat penggeledahan.”Paparnya.

Orangnya itu bagus ramah, bahkan bergaul juga ada warga sekitar punya hajat dia juga sering ikut rewang, tetapi setiap Yasinan rutin di malam Jum’at tidak pernah ikut, jadi khusus yasinan tidak pernah mungkin kalau kelompok itukan tidak ada seperti Yasinan. “Pungkasnya. (Roni)