Puluhan Tahun, Tanah Nenek Satiah Belum Diganti Rugi

1015

Lampung (Bumi1.com) Sungguh memprihatinkan nasib yang dialami Satiah, nenek berusia (70) tahun asal Pekon Waringin Sari Timur, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu ini harus menerima kenyataan pahit atas tanah miliknya yang dijadikan lokasi pasar sejak 1963 hingga kini belum ada ganti rugi, Sabtu (03/07/2021).

Kepada wartawan Satiah menceritakan permasalahan yang dialaminya terjadi pada tahun 1963 ketika itu, pihak Desa Waringin Sari, Kecamatan Adiluwih Pringsewu menawarkan tukar guling tanah seluas 1/4 hektar yang dimilikinya untuk dijadikan lokasi pasar Desa setempat.

Namun hingga saat ini nenek Satiah tak kunjung menerima tanah yang dijadikan sebagai tukar guling lahan ataupun uang ganti ruginya.

“Pada tahun 1963 tanah saya diminta oleh Pemerintah Desa Waringin Sari, untuk dijadikan lahan pasar dengan perjanjian tanah itu ditukar guling dengan sebidang kebon di Desa Karang Sari namun sampai saat ini hingga suami saya meninggal dunia tidak juga diganti. ” Kata Satiah.

Atas permasalahan yang dialaminya kini nenek Satiah meminta keadilan dengan mengadu ke WN 88 Unit 13 Lampung berharap pihak terkait segera memberikan apa yang menjadi haknya.

“Hari ini saya mengadu ke WN 88, saya minta dibantu supaya hak saya yang sudah puluhan tahun tidak diberikan mohon segera dikembalikan. “Ucapnya.

Sementara ketua Tim Investigasi WN 88 Unit 13 Lampung Mistorani, mengatakan dirinya bersama tim telah malakukan penelusuran ke pihak Desa Waringin Sari.

Namun sayangnya ketika tim WN 88 mencoba menemui untuk menanyakan perihal tanah tersebut, Kepala Pekon Waringin Sari sedang tidak berada dikediamannya.

“Kami hari ini sudah mendatangi kediaman kepala Pekon Waringin Sari tapi tidak ada dirumah padahal kata tukang yang kerja di balai Desa pak Kades ada. “Kata Mistorani.

Mistorani menambahkan setelah ini tim WN 88 akan melayangkan surat permohonan untuk bertemu dengan Pemerintah Pekon Waringin Sari Timur untuk meminta klarifikasi dan kepastian permasalahan tersebut.

“Kami akan layangkan surat permohonan komunikasi dengan Kades Waringin Sari Timur untuk membahas persoalan tanah milik nenek Satiah. ” Pungkasnya.(Elnofa)