Sandri Warga Wana Mengidap Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan 

106 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Sandri pemuda (14) tahun warga dusun VII Rt III Desa Wana Kecamatan Melinting Lampung Timur, itu mengidap penyakit Hidrosefalus (Penumpukan cairan pada ronga otak) sejak berusia (9) tahun dan hingga sekarang tidak bisa jalan. Rabu (16/06/2021).

Untuk saat ini Sandri sedang membutuhkan uluran tangan dari para orang yang darmawan untuk biaya pengobatanya, hal itu dikatakanya oleh orang tua Sandri pada saat di jumpai Bumi1.com di kediamanya, pada Selasa (15/06) malam.

Sandri yang mengidap penyakit Hidrosefalus (Penumpukan cairan pada ronga otak) itu putra kedua dari pasangan Samsudin (42) tahun dan Ayisah (38) tahun warga Desa Wana Kecamatan Melinting Lampung Timur.

Samsudin orang tua Sandri kepada Bumi1.com di rumahnya mengatakan anak kami ini mulai sakit sejak umur (9) tahun awalnya muntah-muntah saja, setelah itu kami bawalah berobat ke bidan terdekat namun ternyata tidak ada jodoh sembuh untuk kembali sehat.

“Setelah itu dapat tiga hari kami bawa ke dokter Budi namun tetap tidak ada perubahan dan dianjurkan oleh dokter dirujuk ke rumah sakit Sukadana atau Metro.

Pada waktu itu anak kami divonis dokter mengidap penyakit Hidrosefalus (Penumpukan cairan pada rongga otak) jadi dianjurkan untuk oprasi pada Sandri. “Kata Samsudin orang tuanya kepada Bumi1 com.

Lanjutnya, berhubung kita orang tidak mampu karena pekerjaan kami cuma buruh serabutan, jadi terpaksa berobat berjalan dengan sebisanya dan sebatas kemampuan kami guna mencukupi pembiyayaan untuk dana mengobati anak kami ini.

Samsudin berharap, karena kami selaku orang tua Sandri memang tidak mampu dan meminta memohon kepada Pemerintah untuk kepeduliannya supaya bisa bagaimana caranya anak kami berobat dengan gratis. “Pintanya.

“Apalagi keluarga kami selama ini tidak pernah dapat bantuan apapun buat pengobatan gratis dalam setahun ini, karena kami tidak memiliki kartu BPJS.

“Pada waktu itu anak kami divonis oleh dokter mengidap penyakit Hidrosefalus (Penumpukan cairan pada otak). Jadi kami sekarang ini mau membiyayai untuk pengobatan anak kami tidak memiliki biyayanya. “Kata Samsudin dengan nada rendah dan wajah yang sedih.  (Roni)