Ini Situs Batu Lesung Di Desa Negara Saka

106 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Situs Batu Lesung yang berada di dusun 04 Rt 09 Desa Negara Saka Kecamatan Jabung Lampung Timur itu sering didatangi oleh masyarakat sekitar dan Kecamatan tetangga seperti warga Meliting, hal itu dikatakan Kades setempat, pada Minggu (13/06/2021).

Kepala Desa Negara Saka Jauhari kepada Bumi1.com dilokasi Situs Batu Lesung mengatakan bangunan Situs Batu Lesung ini berada di dusun 04 Rt 09 Desa Negara Saka dan dibuat pada tanggal 5 Desember 2018 dengan bangunan pondasi seluas 12 x 6 meter.

Dan sekarang akan dibuat menjadi tempat untuk wisata, karena mendengar dari beberapa sesepuh yang ada di Desa kami, bahwa Batu Lesung ini sebagai peninggalan sejarah leluhur kami.

Sehingga kami buat tempat ini seperti Punden dan diberi rantai kelilingi yang tujuannya untuk menjaga serta bisa melestarikan budaya adat peninggalan leluhur kami.”Kata Jauhari dalam keteranganya kepada Bumi1.com.

Menurut Jauhari, karena Situs Batu Lesung ini bisa menjadi tempat objek wisata religi, sebab sering didatangi oleh seseorang untuk mediasi melakukan doa – doa tertentu. Selain warga disini juga ada warga dari Melinting sering berkunjung, sehingga pihak Desa melirik untuk dijadikan potensi wisata religi.

“Untuk kedepanya akan kita jadikan lokasi disekitar lebih rindang, dengan menanami berbagai pepohonan seperti bunga – bunga agar pengunjung lebih nyaman. Dan juga ini bisa menjadi peluang usaha bagi warga sekitar dengan menjual berbagai macam kuliner. “Paparnya.

Lanjut Jauhari, kalau saat ini tempatnya memang masih apa adanya, belum ada tempat berteduh, karena lokasinya ini sangat lapang. “Yang jelas kedepannya nanti kita akan buatkan tempat wisata pemandian untuk masyarakat juga, kebetulan berdekatan langsung dengan lokasi Batu Lesung dipinggiran irigasi Dam Gerak Jabung.

Untuk tempat pemandianya akan kita bangun pada bulan Juni ini dan kita targetkan selesai di bulan Desember tahun 2021, dengan menelan anggaran kurang lebih Rp.325.000.000 (Tiga ratus dua puluh lima juta) itu menggunakan Dana Desa (DD) dan lahanya hibah dari masyarakat setempat dengan seluas 25 m x 50 m. “Ucap Kades Negara Saka. (Roni)