Rumah Pembuatan Kasur Lantai Hangus Terbakar 

1024 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Rumah tempat pembuatan kasur busa yang berada di dusun 02 Rt.10 Desa Raja Basa Baru Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur itu pada Minggu malam sekira pukul 22.30 wib, hangus dilalap sijago merah, Senin (07/06/2021).

Pantauan dilokasi kebakaran rumah tempat pembuatan kasur busa nampak terlihat tiga unit Mobil pemadam kebakaran (Damkar) Lampung Timur beserta TNI dan Polri dengan sigap langsung terjun kelokasi kebakaran.

Pemilik rumah pembuatan kasur busa Solikin (40) tahun kepada Bumi1.com menagatakan kejadian kebakaranya saya sedang dirumah Sribhawono dan terakhir tutup itu sekira pukul setengah enam sore, namun tidak ada titik api sama sekali.

“Kalau untuk kerugian diperkirakan sekitar Rp.100.000.000 (Seratus juta), kerugian itu semua seperti bahan kasur saja karena saya itu baru belanja. “Kata Solikin dalam penjelasanya kepada Bumi1.com.

Lanjut Solikin, jadi isi rumah yang ada di dalam itu cuma alat mesin blower buat mengembangkan dikala  pembuatan kasur busa saja, dan tidak ada mesin besar cuma seperti mesin buat penggiling padi saja.

“Semuanya itu habis terbakar, jadi keseluruhan total kerugian kurang lebihnya Rp.500.000.000 (Lima ratus juta) kalau beserta rumah yang saya sewa untuk tempat usaha itu, “Paparnya.

Sementara Komandan Regu (Danru) Damkar Lampung Timur Agus Darmawan dalam penjelasanya mengatakan kami merasa kesulitan memadamkan api dikarenakan isi rumah bahan – bahan busa pembuatan kasur lantai.

Sekarang aja sudah menghabiskan lima tangki air untuk memadamkan api yang membakar tempat pembuatan kasur lantai dan kita menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran yang ada di kantor Bandar Sribhawono.”Kata Agus dilokasi kebakaran pada Minggu malam.

Api mulai padam sekira pukul 01.30 wib, itupun dibantu dengan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

“Jadi kita menghabiskan lima tangki air untuk bisa memastikan api sudah benar-benar padam. Dalam peristiwa kebakaran ini tidak ada korban jiwa hanya kasur busa saja.  “Terangnya. (Roni)