Warisman Katakan, Pengerukan Alur Sungai Ini Usulan Petani

105 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Pengerukan sedimen alur sungai yang dangkal di Desa Kedung Ringin Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur itu dilaksanakan oleh pihak Balai Besar Wilayah Mesuji Sekampung untuk menanggulangi kebanjiran sawah milik para petani. Selasa (02/06/2021).

“Itu semua hasil usulan para petani di Kecamatan Pasir Sakti yang meminta untuk di normalisasi sungai tersebut. Karena sungai itu dangkal maka menyebabkan kebanjiran dan gagal panen. Selain dangkal juga sering kebanjiran disaat air meluap, hal itu dikatakan Warisman sebagai pengawas balai.

Pengawas Balai Besar Wilayah Mesuji Sekampung Warisman saat dikonfirmasi melalui video WhatsAppnya mengatakan itu pekerjaan tanggap darurat dari balai besar, kalau panjangnya kita tindak bisa menentukan itu langsung dari balainya yang menentukan.

Kalau sananya sudah mencukupi mungkin sudah. Untuk pekerjaanya sendiri kurang lebih sudah 2 minggu dan pembuangan sedimen itu cuman sebelah kiri saja. Pekerjaanya itu kurang lebih sudah 6 kilo. “Kalau Desa-Desanya kami lupa yang jelas 3 Desa.”Kata Warisman pada Sabtu (29/05) dalam penjelasanya kepada Bumi1.com.

Pada saat ditanyak menghabiskan anggaran berapa di kegiatan pembuangan seden lumpur itu, menjawab kami tidak tau, program itu usulan dari para masyarakat petani lalu kita konfirmasi kepada lurah, aparat Desa dan Kecamatan baru teknik pelaksananya.

Lanjut Warisman, untuk sistem pekerjaanya sewa kelola Balai, itu dari Balai langsung yang menanganinya dan alatnya juga langsung dari kita namanya Long Arem yang panjang.”Paparnya.

Sementara Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Kedung Ringin Mujito adanya pengerukan alur sungai untuk menanggulangi pendangkalan sungai mengatakan pengerukan ini memang usulan para petani kepada Balai besar terkait keluhan para petani yang sering kebanjiran.

Kami mewakili masyarakat petani mengucapkan berterimakasih kepada pihak Balai besar yang sudah merealisasikan pengerukan supaya tidak dangkal. Namun sungguh disayangkan tidak semuanya cuman separo saja yang dikeruk. “Kata ketua P3a.

Haparnya kepada balai kenan kiri juga dikeruk supaya rata dan ini usulan tahun 2020-2021 yang direalisasikan oleh Balai pada tahun ini, untuk luas tanah pertanian sawah disini sejumlah 965 hektar, dalam persatu hektar sawah itu bisa menghasilkan padi mencapai 6-7 ton padi. “Ucapnya. (Erwan)