Polres Lampung Timur Berhenti Penyidikan Pembakar Bendera

102 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Polres Lampung Timur akan menghentikan penyidikan kasus pembakaran lambang bendera merah putih milik Negara Republik Indonesia oleh orang yang dinyatakan gangguan jiwa oleh pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan, melalui Kasat Reskrim AKP Faria Arista mengatakan, rencana penghentian penyidikan perkara itu didasarkan hasil pemeriksaan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung terhadap inisial SN (29) tahun selaku tersangka dalam kasus pembakaran bendera merah putih.

Berdasarkan hasil visum et repertum psychatriccum nomor 441/2188/VII.03/2020 dari RSJ tersebut, tersangka yang berinisial SN dinyatakan sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sehingga tidak dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Observasi terhadap kejiwaan tersangka telah dikukan di RSJ selama 2 pekan,” Kata AKP Faria Arista, Kamis (22/04/2021).

AKP Faria Arista menjelaskan, dengan adanya hasil visum dari RSJ itu, tim penyidik segera akan melakukan gelar perkara atas kasus pembakaran bendera merah putih. Selanjutnya, tim penyidik juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Lamtim terkait surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) yang telah dikirimkan.

“Tahap selanjutnya, penyidik baru dapat menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap tersangka pembakar bendera merah putih tersebut,” Imbuh AKP Faria Arista.

Perlu diketahui sebelumnya, Polres Lamtim mengamankan tersangka pembakar bendera merah putih yang berinisial SN (29) tahun warga Tulung Pasik  Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur.

Pengungkapan kasus pembakaran bendera Negara itu berawal dari aktivitas tersangka yang diunggah melalui akun media sosial Facebook pada (30/03). Pada unggahan di media sosialnya berdurasi 2 menit 8 detik terlihat tersangka nekat menginjak-injak dan membakar bendera Negara menggunakan bahan bakar minyak jenis premium.

Pada unggahan itu, tersangka juga menjelek-jelekan negera repubuplik Indonesia. Berdasarkan unggahan di media sosial tersebut, Unit Tipidter Polres Lampung Timur langsung melakukan penyelidikan.

Dan hasilnya, Polres Lamtim mengamankan tersangka tanpa perlawanan di rumahnya di Desa Tulung Pasik Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur. (Erwan)