Risna Pekerja Pengupas Kerang Bulu Dibayar 3 Ribu Perkilo

108 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Risna wanita muda berusia (25) tahun warga Desa Karang Anyar itu dalam kesehariannya bekerja sebagai pengupasan kerang bulu di saat musim di Desa Sukorahayu Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur, hal itu terlihat jelas pada Selasa (23/03/2021).

Pantauan Bumi1.com dilapangan terlihat jelas para ibu-ibu rumah tangga tua dan muda sangat bersemangat sedang mengupas kerang bulu yang sudah direbus dibawah atap terpal plastik yang berwarna biru.

Risna perempuan muda warga Desa Karang Anyar pekerja kupas kerang bulu di Desa Sukorahayu dalam obrolanya kepada Bumi1.com mengatakan saya kerja disini baru setengah bulan ini, perkilonya saya dapat upah 3000 ribu rupiah ongkos kupas kerang bulunya.

“Kalau sampai lembur perkilonya 4000 ribu rupiah untuk ongkosnya. “Jadi kalau kerja seharian bisa mencapai 20 kilo, itu hasil yang saya dapatkan, terus kalau pulang sampai larut malam bisalah dapat 30 kilo bahkan lebih.”Jelasnya.

Lanjut Risna, jadi perharinya saya bisa mendapatkan uang dari kerja ngupas kerang bulu mencapai 60 ribu rupiah, kalau makan saya bawa dari rumah masing-masing dan berangkat dari rumah itupun bawa kendaraan sendiri. Jika ada yang punya motor ya bawa motor, kalau punyaknya sepedah ya bawa sepeda. Yang jelas kerjanya sendiri-sendiri.

Untuk pekerja kupas kerang disini mayoritas dari Desa Karang Anyar, kita berangkat itu tergantung datanganya kerang, kalau kerang datangnya pagi ya kita berangkat pagi tetapi kalau kerang datangnya siang kita juga datangnya siang.

Menurut Risna, pekerjaan ini menurut saya cukup menyenangkan, apa lagi cuma hanya membutuhkan tenaga saja, semampu kita aja bekerja tidak harus menghabiskan waktu sepenuhnya, jika terasa sudah capek ya istirahat. Karena kerja disini buat menambah penghasilan ekonomi rumah tangga dan bisa bantu-bantu buat penghasilan suami. “Terangnya.

Sementara pemilik rebusan kerang bulu dipinggir jalan yang berada di Desa Sukorahayu, saat mau di wawancarai dirumahnya sedang tidak ada dirumah atau belum dapat diwawancarai hingga berita ini diterbitkan. (Roni)