Dimasa Pandemi Covid-19 Nyono Petani Cabai Merasa Senang

107 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Nyono (46) tahun petani cabai warga dusun 03 Rt 07 Desa Tulung Pasik Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur, saat ini memanfaatkan sawah tadah hujanya dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini ia tanami cabai dan merasa senang dengan harga cabai yang cukup lumayan. Hal itu dikatakannya pada Bumi1.com saat dijumpai dikebun miliknya, pada Sabtu (27/02/2021).

Petani cabai di Lampung Timur saat ini sangat senang sekali dengan harga cabai yang sedang lumayan, harganya naik berkisar 30.000 sampai 35.000 ribu perkilonya, saya merasa senang sekali dengan harga cabai seperti sekarang ini.

Apa lagi dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini bisa jadi mencukupi kebutuhan keluarga kami sehari-hari, intinya bisalah buat nyambung hidup istri dan anak saya. Perkebunan cabai milik kita luasnya hanya mencapai seperempat hektar yang ditanaminya cabai tetapi sebagian ada juga yang di tanaman padi.”Kata Nyono dalam penjelasanya kepada Bumi1.com.

Lanjut Nyono, untuk saat ini sudah panen yang ke delapan (8) kali dari awal tanam sampai sekarang ini, kalau pupuk yang kita pakai berkombinasi awalnya pupuk dasar itu pakai pupuk kandang seperti serintil kambing terus kita pakai mutiara dan terakhir kita pakai pupuk organik Eco Farming, ternyata hasilnya cukup lumayan juga untuk tanaman cabai.

Masih kataka Nyono, kalau untuk pemasarannya kita langsung jual sendiri kita bawa kepasar dan dipasar itu dengan seharga kisaran 30.000 sampai 35.000 ribu perkilonya. Panen cabai ini dua kali dalam satu Minggu jadi pas hari Selasa dan hari Sabtu kita memetiknya karena cabai keesokan harinya akan kita bawa ke Pasar yang terdekat saja seperti Pasar Simpang Sribhawono.”Jelasnya.

“Alhamdulillah panen yang sekarang ini sudah mulai mencapai 40 sampai 50 kilo yang kita jual di Pasar sekali petik. tetapi kalau pas pertama panen itu tidak sampai 40 kilo hanya yang kita panen itu pas pertama metik 5 kilo, naik 8 kilo, naik 10 kilo, naik 15 kilo, naik 30 kilo dan terakhir naik 40 sampai 50 kilo persetiap metiknya. “Jadi keseluruhan dari awal panen sampai sekarang ini kurang lebih mencapai hasil panen kita berkisaran 3 kwintal mas. “Paparnya.

“Harapan kami kedepannya harga cabai tetap stabil seperti dengan harga yang sekarang ini, jangan seperti kemarin-kemarin harga cabai drastis anjlok tidak ada harga, supaya petani-petani yang ada di Lampung Timur umumnya Indonesia bisa berjaya dan makmur selalu. “Pintanya.

Menurutnya, dengan harga yang seperti saat ini ya harga stabil supaya bisa meningkatkan perekonomian para petani cabai dan khususnya buat para petani-petani lainnya, bukan hanya pada petani cabai saja seperti saya ini mas. ”Pungkasnya. (Roni).