Budianto Pemilik Pengolahan Teri Nasi Paparkan Usahanya

102 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Hasil tangkapan para nelayan Payang di Desa Muara Gadingmas Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur kini ditampung oleh H. Budianto sekaligus pemilik pengolohan teri nasi dengan cara direbus menggunakan kompor gas serta mempekerjakan 8 orang mulai dari pengrebusan dan pengangkatan setelah kering, Jum’at (26/02/2021).

Proses pengrebusan teri nasi tersebut berada di dusun VI Desa Muara Gadingmas serta cara mengolahnya cukup simpel dan sederhana hanya direbus menggunakan garam setelah itu diangkat dijemur lalu dipeking menggunakan kardus yang sudah disipkan setelah kering.

H.Budianto pemilik pengolahan rebusan teri nasi saat dijumpai Bumi1.com di lokasi pengolahan ikanya pada Kamis sore mengatakan teri nasi ini setelah kering kita kirim ke Jakarta, sebelumnya direbus dulu diberi garam lalu dijemur supaya kering, setelah kering dipaking lalu kita masukkan kedalam kardus. Harga teri nasi yang sudah kering perkilo 80 sampai 90 ribu tergantung dengan jenis ikan teri nasinya.

“Kita tenerima teri nasi dari para nelayan Payang bisa mencapai 30 sampai 40 kilo perharinya, terkadang nelayan lainnya juga tidak dapat selain nelayan Payang. “Hasil tangkapan teri nasi dari nelayan Payang kita harga 25 sampai 30 ribu bahkan sampai 40 ribu perkilonya yang jelas berfariasi untuk harga tergantung terinya.

Lanjut Budianto, jadi kalau untuk pengiriman kita ke Jakarta seperti teri nasi yang sudah dikeringkan dan dipaking dalam kardus dalam perharinya bisa mencapai 1 sampai 2 kwintal, ya kadang- kadang gak nyampe segitu pengirimanya tergantung pendapatan para nelayan yang jelasnya. “Kata pemilik pengolahan teri nasi dalam keterangannya kepada Bumi1.com.

“Kami sendiri kurang lebih sudah 3 tahun menjadi pengolahan teri nasi yang kita rebus, selain disini juga masih ada kawan-kawan lainnya yang pengolahan teri nasi di MGM. “Untuk pekerjanya yang mengolah dan merebus teri nasi berjumlah 8 orang tempat kita.

Dijelaskan Budianto, kalau bantuan sendiri dari Pemerintah sudah pernah dapat tetapi berupa bantuan kredit KUR, jadi kalau untuk bantuan lain-lainnya dari Pemerintah belum dapat. Kami berharap agar mendapatkan bantuan untuk alat-alat tangkap buat nelayan Payang, karena sampai saat ini belum tersentuh mendapatkan bantuan dari Pemerintah khususnya untuk nelayan Payang saat mencari teri nasi. “Jelasnya.

Sementara M.Rohim salah satu pekerja pengolahan teri nasi yang merebusnya menjelaskan proses pengelolaan teri nasi ini cukup simple si mas, kalau apinya bagus paling lama 3 menit teri nasi ini sudah kita angkat dari tempat rebusan lalu kita jemur, jika cuacanya terang dan ada panas satu hari ikan teri nasi yang kita jemur dalam sehari bisa kering lalu siap kita paking masukkan kedalam kardus.” Tutupnya. (Roni)