Maraknya Mafia Tanah Di Lamongan, Dibongkar Polres Setempat

105 Kali Dilihat

Jatim (Bumi1.com) Sesuai atensi perintah dari Presiden RI Joko Widodo melalui Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, kini Kepolisian Resort (Polres) Lamongan membongkar sindikat kasus mafia tanah di Kabupaten Lamongan. Selasa (23/02/2021).

Adanya 14 korban lainnya total kerugian para korban sebesar Rp4.160.000.000,- (empat milyard seratus enam puluh juta rupiah) dengan rincian 16 unit rumah (16 sertifikat) terjual rata-rata dengan harga Rp. 260.000.000,.

Kapolres Lamongan AKBP. Miko Indrayana, S.I.K., mengatakan, pada bulan Desember 2013, Pelapor melakukan pembelian 1 (satu) unit rumah type 54 Blok B-16 di Perum Valencia Residence melalui
pengembang/Developer PT. Jagaraga Adi Mukti dimana A-B (41) kelahiran Sumedang Jawa Barat yang beralamat di Perum Jetis Indah Blok B/13 RT001 RW004 Kelurahan Jetis Lamongan, selaku Dirut PT. tersebut yang diduga fiktif, dengan harga pokok dan kelebihan tanah Rp304.556.000,- (Tiga ratus empat juta lima ratus lima puluh enam ribu rupiah) dengan sistem pembayaran Cash bertahap dan telah lunas tanggal 20 November 2014.

Selanjutnya pada 28 April 2017 pelapor didatangi pihak Bank BTN cabang Gresik dan ditunjukkan surat Penebusan Agunan dan menanyakan hal tersebut kepada A-B. Yang bersangkutan mengakui bahwa sertifikat rumahnya (SHM No.2503) yang telah dilakukan pelunasan oleh pelapor diagunkan di Bank BTN cabang Gresik bersama 15 sertifikat lainnya. Sampai saat ini sertifikat tidak diserahkan kepada pelapor dan pelaku melarikan diri,” Ungkap AKBP Miko Indrayana pada Senin (22/02) seperti dilangsir dari grup Siberindo.co.

Dijelaskan Kapolres Miko, modus yang dilakukan oleh pelaku, selaku developer perumahan Valencia Residence berhasil melakukan penjualan rumah kepada konsumen dengan cara cash dan cash bertahap di mana faktanya seluruh sertifikat perumahan tersebut statusnya telah menjadi agunan pinjaman di Bank, sehingga pembeli hingga saat ini sebanyak 16 orang tidak memiliki status kepemilikan rumah tersebut.

Pada saat dilakukan penyidikan pelaku melarikan diri dan pada 09 Oktober 2019 diterbitkan DPO terhadap pelaku. Pelaku pada Sabtu 20 Februari 2021 sekira jam 02.00 wib berhasil ditangkap di rumah orang tuanya yang beralamat di Jln. Conggeang dusun Cientiung Desa Cipamekar Kecamatan Congeang Kabupaten Sumedang oleh tim gabungan penyidik dan OPSNAL Jaka Tingkir Polres Lamongan.”Ucapnya.

Pelaku langsung dibawa ke Polres Lamongan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 3 lembar kwitansi pembayaran dari “PT.JAGARAGA ADHIMUKTI” (fiktif), 2 lembar brosur Perumahan Valencia Residence, 3 Lembar Surat perjanjian jual beli, 3 bendel Fotokopi Akte Jual Beli, 3 Bendel Foto kopi Sertifikat SHM No.2503, 2528, dan 2532 atas nama H. Moh. Anji Ali Nurrudin.

Paska kejadian ini para korban mengalami kerugian materiil, korban H (52) sejumlah Rp304.556.000,- korban A-BL (53) Rp782.540.000,-, dan 14 korban lainnya dengan total kerugian para korban sebesar Rp4.160.000.000,- (empat miliar seratus enam puluh juta rupiah) dengan rincian 16 unit rumah (16 sertifikat) terjual rata-rata dengan harga dengan harga Rp260.000.000,.

Pelaku akan dikenakan pasal penipuan pembelian perumahan Valencia Residence atau menjual tanah tanpa meberitahukan status hak atas tanah dan memberikan keterangan palsu pada akte otentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 385 ke 5 KUHP dana tau 266 KUHP. Ancaman hukumanya maksimal 7 tahun penjara,” Tegas Kapolres Lamongan.(*)