Humas RS AKA Medika Angkat Bicara Paska Digaris Polisline 

1020 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Paska adanya garis Polisline oleh pihak kepolisian Polres Lampung Timur, Kepala Bidang Humas Rumah Sakit (RS) AKA Medika Sribhawono saat ditemui Bumi1.com diruang kerjanya langsung angkat bicara, Selasa (16/02/2021).

Humas Rumah Sakit (RS) AKA Medika Sribhawono paska adanya pemasangan garis Polisline dilokasi tempat pembuangan limbah oleh pihak kepolisian langsung memberikan penjelasan.

Kepala Bidang  Humas RS Aka Medika Sribhawono saat dikonfirmasi kepada Bumi1.com mengatakan kalau untuk dari pihak kepolisian itu kita belum ada tindak lanjutnya dan terkait adanya pemanggilan surat-surat juga belum ada. Terus juga belum ada karyawan kita yang menghadap dan dipanggil  ke Kapolres.

“Kalau terkait masalah limbah itu kami belum tau pasti, karena itu adanya di bagian Kesehatan Lingkungan (Kesling) limbah seperti apa. Kami dari pihak humas sendiri belum mendalami, nanti akan kami telah lagi laporannya atau pelaporan dari masyarakat. Dasar dari penyidikan sigapnya pihak kepolisian itu kami sendiri belum jelas sampai sekarang.

Lanjut Humas RS AKA Medika Sribhawono, garis Polisline sendiri sampai saat ini masih, namun dari pihak kepolisian sampai sekarang. Kami masih menunggu dan belum bisa memberikan informasi yang banyak dari sidak pihak kepolisian. “Kata Humas AKA Medika Sribhawono dalam keteranganya kepada Bumi1.com.

Kami menghimbauh pada masyarakat jangan takut, jangan kwatir. Kami pihak Rumah Sakit (RS) AKA Medika Sribhawono sudah sesuai dengan SOP semua dari pelayanan sampai kepembuangan limbah, itu sudah sesuai dengan standar bahkan tidak menampung limbah dalam artiyan pengangkutan limbah, baik medis ataupun non medis itu sudah ada seperti Pendor pengangkutan dan kami sudah resmi dengan pihak-pihak terkait.

Menurut Humas AKA, untuk lingkungan hidup terkait pembuangan limbah atau alur – alur limbah akhir, kami tidak pernah menampung limbah medis atau non medis di RS AKA Medika Sribhawono,  itu semuanya sudah ada petugas atau instansi yang mengambilnya, jadi kami tidak menampung. “Jelasnya.

Dijelaskannya, untuk limbah medis seperti jarum suntik, bekas infus atau bekas operasi dan segala macamnya itu sudah ada Pendornya seperti petugas mengangkut atau jasa pengangkutan, kami sudah mendapat izin dari Dinas Lingkungan Hidup terkait mekanisme pembuangan limbahnya, jadi kami tidak menampung.

Jadi kalau untuk pengangkutan atau pengambilan limbah medis itu setiap satu bulannya dua kali dan untuk limbah non medis setiap hari pengangkutannya karena limbah non medis itu seperti kartas, bekas makanan dari pengunjung dan macam-macamnya masih banyak sampah-sampah  non medis lainnya.”Ucapnya.

Kalau untuk limbah medis itu seperti pelampung infus, jarum suntik atau bekas operasi itu memang setiap satu bulan dua kali. Kita memang sudah ada penampunganya dan tidak menampung lama karna langsung diangkut sama petugas pengangkut limbahnya. ” Pungkasnya. (Roni)