Pengecer Pupuk Subsidi Di Desa Karang Anyar Jualnya Melebihi Harga Het

1012 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Pengecer pupuk subsidi di Desa Karang yang menaungui 25 Kelompok Tani (Poktan) untuk penjualan pupuknya kekolompok tani melebihi batas satuan harga Het yang ditetapkan oleh Pemerintah, diduga dalam penjualan pupuk subsidi kekelompok Poktan tersebut mencari keuntungan secara pribadi, Sabtu (13/02/2021).

Pantauan Bumi1.com dilapangan terlihat penjualan pupuk subsidi keanggota Kelompok Tani (Poktan) yang tergabung di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karang Rahayu melebihi batas satuan harga Het seperti pupuk Phonska dan Urea mencapai 25000 dari Poktanya. Namun berbeda dengan keterangan dari pengecer Desa Karang Anyar untuk Phonska 140000 dan Urea 120000. Hal itu dikatakan pengecer pupuk subsidi saat ditemui di kediamannya.

Sutarno salah satu petani padi Desa Karang Anyar dalam obrolanya kepada Bumi1.com menjelaskan bahwa untuk penebusan pupuk subsidi dari Kelompok Tani (Poktan) sebesar 250000 Phonska dan Urea itupun langsung saya banyar tidak ngutang.

Kalau masalah mahal ya mahal karena pupuk subsidi harusnya ngambinya jangan banyak -banyak untungnya karena itu pupuk sudah disubsidi oleh Pemerintah biar petani ringan biayanya saat membeli pupuk pada saat tanam padi tiba, “Katanya.

Berbeda dengan ucapanya ketua Rt sekaligus petani padi Desa Karang Anyar dalam obrolanya dirumahnya menyebutkan, saya ngambil pupuk subsidi di Kelompok Tani (Poktan) sebesar 275000 itu dua sak Phonska 150000 dan Urea 125000 satu paket itu semua berdasarkan kesepakatan kelompok.

Lanjutnya, ibarat ada lebihnya untuk perkembangan kelompok, saya kalau untuk harga Hetnya gak ngerti berapa dari Pemerintahnya dan saya ngambil pupuknya sangsung bayar artinya ngambil bayar langsung gitu.”Paparnya.

Harapan saya pupuk subsidi kalau bisa disini jangan kekurang lagi atau langka kayak tahun kemaren 2020 pernah langka pupuk saat tanam tiba.”Pintanya.

Sementara Tri Pratikto pengecer pupuk subsidi di Desa Karang Anyar saat dikonfirmasi berapa harga Het dan harga jual melalui sambungan telponya mengatakan kami selaku pengecer yang di tunjuk dari Dinas Korlu atau KPD dan ada SKnya, untuk harga Het pupuk Phonska 115000 dan Urea 112500 itu untuk kelompok tani yang tergabung di Gapoktan.

Selanjutnya tetapi untuk harga jual pupuk Urea 120000 Phonska 140000 itu semua kekelompok Poktan, sistemnya tempo bulanan barang langsung dikirim dulu pembayaran berfariasi ada sistem panen dan ada bulanan. “Kata Tri selaku pengecer pupuk subsidi.

Saat ditanyak dengan harga segitu apakah tidak melebihi batas ketentuan yang sesui dengan satuan harga Het? Ia menjawab harga Het berlaku itu apabila pembayaran dilini dua. Jadi petani datang sendiri ngambil digudang barang ambil sendiri dengan sesuai harga Het, apabila dikirim ke Poktan dan pembayaranya tempo dengan harga Urea 120000 dan Phonska 140000.  “Jelasnya.

Menurutnya, dengan harga seperti itu bedasarkan musyawarah disetiap kelompok Poktan kemaren juga mas Bowo hadir selaku Gapoktan rundingan semua. Untuk jumlah Poktan yang ngambil pupuk subsidi di Karang Anyar 25 kelompok, jadi Poktan yang mengambil lalu kelompoknya ngambil di Poktanya. Dan ini sudah kesepakatan bersama antara pengecer, kelompok dan Gapoktan.

Saat ditanya apakah melanggar ketentuan atau tidak karena pupuk subsidi dijual melebih batas ketentuannya? Ia menjawab kalau menurut saya sendiri gak dan ini sudah diketahui oleh KPD atau Korlu Pertanian karena semua diseluruh Lampung Timur seperti itu.”Paparnya.

Ditempat lain Korlu Pertanian Kecamatan Labuhan Maringgai Mujio saat diwawancarai melalui sambungan telponya menjelaskan penyaluran pupuk subsidi dari distributor kepengecer itu sesuai alokasi jatah pengecer berdasarkan pembagian yang telah dibuat oleh distributor biasanya dibagi per 12 bulan.

“Untuk pengirimanya disesuaikan dengan kuota dikarenakan jatahnya adalah kuota, untuk satuan harga Het Urea 112500 kemudian Phonska 115000 untuk harga jual pengecer seharusnya mengikuti satuan harga Het itu. Karena yang kita terima harus sesui pelaporan harga Het itu.”Kata Korlu dalam keteranganya kepada Bumi1.com.

Lanjut Mujio, kalau di bawah ada itung-itungan lagi dari kelompok dengan kepengecer kelompok dengan anggota itu masalah interen ranah mereka sendiri. Kami selaku Korlu Pertanian menegaskan kesemua pengecer pupuk subsidi kusunya di Kecamatan Labuhan Maringgai harus ikut satuan harga Het.”Tegasnya. (Erwan)