Semburan Gas Bikin Gempar Santri Ponpes Al-Ihsan

100 Kali Dilihat

Riau (Bumi1.com) Santri Pondok Pesantren Al-Ihsan Tenayan Raya, Pekanbaru, digegerkan adanya semburan gas yang keluar dan tak kunjung berhenti. Semburan itu berawal dari sejumlah petugas yang tengah membuat sumur bor dengan kedalaman 115 meter. Minggu (07/02/2021).

Setelah pekerjaan selesai, pekerja mengangkut pipa-pipa dari dalam sumur. Namun baru satu pipa diangkat, semburan gas muncul. Karena khawatir akan bahaya dari kandungan gas tersebut, pondok pesantren dan rumah-rumah di lingkungan sekitar semburan gas dikosongkan.

Pantauan awak media pada Jumat (05/02), terdengar suara gemuruh semakin mengecil. Namun lumpur makin banyak keluar dari lubang galian sumur bor tak jauh dari kantor Wali Kota Pekanbaru ini. Bekas lumpur yang menyembur terlihat mencapai puluhan meter.

Kadis Kominfo Riau Chairul Riski dalam keteranganya mengatakan kandungan gas itu berbahaya. Dinas ESDM telah melakukan pengukuran lower explosive limit dan H2S di titik semburan. Hasilnya, pada jarak 5 meter ditemukan kandungan LEL 13 persen dan H2S 1 ppm.

“Ini artinya gas cukup berbahaya, potensi terbakar cukup tinggi dan beracun. Untuk itu, petugas menginstruksikan evakuasi sementara warga pondok pesantren dan tak diperkenankan warga mendekat. Karena semburan semakin kuat, atap salah satu bangunan roboh. Bangunan tersebut merupakan gedung sekolah dan asrama. “Kata Riski seperti dilangsir dari grup Siberindo.co.

Dalam hal ini warga bernama Elia menceritakan detik-detik semburan itu terjadi. Saat semburan muncul, terdengar ledakan yang keras. Dia mengaku sempat kaget saat mendengar suara ledakan dan gemuruh. “Ada yang lihat ke sini, lumpur itu keluar. Ada juga batu-batu yang sampai di atap, atap itu rusak karena batu dan lumpur,”Ungkapnya.

Sementara Lurah Tuah Negeri Syarifudin menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait. Salah satunya meminta gedung Ponpes Al-Ikhsan dikosongkan karena semburan gas dinilai berbahaya.

“Tadi malam keluar lumpur, makanya kita minta ini dikosongkan, semua barang di pesantren ini dikosongkan. “Kita nggak tahu bahayanya ini apa, kalau dilihat semburan tentu harus diwaspadai. Ini saja gedung semua sudah hancur,” Ungkapnya. (*)