Gapoktan Sarana Tani Katakan Pupuk 100% Tercukupi Untuk Petani

103 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Musim tanam padi tiba di bulan Januari tahun 2021 sekarang ini, para petani padi di Desa Sriminosari Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur untuk pupuknya 100% sudah tercukupi, hal itu dikatakan oleh ketua Gapoktan Sarana Tani saat ditemui Bumi1. com di kediamanya, pada Sabtu (30/01/2021) sore.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sarana Tani Suyanto kepada Bumi1.com saat dikonfirmasi mengatakan ditahun 2021 musim tanam padi sekarang ini semua kelompok bisa mendapatkan pupuk yang bersupsidi namun, untuk tahun 2021 ini di setiap bulannya harus menebus setiap kelompok masing-masing sesuai dengan kebutuhanya.

Untuk jumlah pupuk yang kita terima sesuai RDKK kalau gak salah sekitar 80 ton sekian persatu musim tanam tiba, kalau yang kemarin untuk pengiriman itu Phoska 20 ton Urea 10 ton jadi total sekali pengiriman 30 ton, dengan harga jual sesuai hetnya yang putih Rp 112500 ribu persaknya dan yang Phoskanya Rp 130000 ribu.

Lanjut Suyanto, untuk acuan yang terbaru sekarang ini barang datang langsung bayar sesuai keperluanya. Contohnya untuk bulan ini keperluanya 3 ton, artinya sesuai kebutuhan pokok masing -masing para petani. Untuk jumlah luas sawah disini kurang lebih mencapai 400 hektar, tetapi yang digaraf atau produktif sekitar 300 hektar kurang lebihnya.”Kata ketua Gapoktan dalam keteranganya kepada Bumi1.com.

Suyanto menambahkan alhamdulillah tahun 2021 sekarang ini para petani tercukupi untuk kebutuhan pupuknya, tetapi kalau tahun-tahun kemaren agak sulit pupuknya. Jadi sekarang ini ada aturan baru, sekarang sudah online harus menyetorkan RDKK yang ada niknya jadi sekarang sesuai program Pemerintahan dalam 1 hektarnya mendapatkan pupuk Phoska 4 sak kalau yang Ureanya jatahnya 3 sak.”Jelasnya.

Kami berharap kepada Pemerintah khususnya Dinas Pertanian sesuai usulan dari kelompok -kelompok tani yang tergabung di Sarana Tani di Desa Sriminosari yang diminta seperti bantuan Combine/ Kombet, kerana di Sriminosari dari tahun kemarin hingga sekarang belum ada harus mendatangkan Combine/Kombet dari daerah lain. “Pintanya.

“Dan itu disetiap tahunya saat panen tiba, untuk jumlah Poktanya 15 yang aktif kelompok seharusnya 17, namun yang duanya tidak aktif tetapi katanya mau akan diaktifkan kembali.

Dikarena program sekarang ini harus tergabung di Gapoktan kalau tidak akan susah mendapatkan pupuk karena sekarang ini sudah menggunakan sistem online jadi akan kesulitan pupuk. “Pungkasnya. (Erwan/red)