Kades Margasari Jelaskan Realisasi Program Bantuan KKP Pusat

104

Lampung (Bumi1.com) Program bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk penghijauan di pesisir pantai Mangrove Sekar Bahari tahun anggaran  2020 di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur itu sudah direalisasikan, Kamis  (14/01/2021).

Hal itu dikatakan Irwansyah saat ditemui Bumi1.com dilokasi program bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari Pemerintah Pusat untuk Mangrove Sekar Bahari sebagai tempat penghijauan di pesisir pantai Lampung Timur.

Ketua kelompok pekerja penanaman bibit Mangrove bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Irwansyah saat di wawancarai dilokasi Mangrove Sekar Bahari kepada Bumi1.com mengatakan untuk program bantuan dari KKP ini sudah dikerjakan seperti yang emas lihat sendiri disini.

Disini yang kerja ada lima kelompok, jadi ada lima hektar yang sudah ditanami Mangrove nya, untuk pekerjanya kita ambil dari daerah sini aja atau lokal. “Karena sampean ngrekam saya jadi tidak bisa jawab secara detai, temuin buk Lurahnya langsung.”Kata ketua kelompok dalam keterangannya.

Lanjut Irwansyah, ini semua kewenanganya ada di buk Lurah, karena ini semua yang mengetahuan buk Lurah untuk lebih detainya. “Semua program yang ada disini semua melalui buk Lurah baik itu dari Bapeda maupun dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu sendiri.

“Mohon maaf bukan kami tidak mau memberikan jawaban semuanya karena ini yang tau semuanya adalah buk Lurah lebih paham. Intinya buk Lurah kalau gak sibuk ditemuin mau kok. “Paparnya.

Sementara kepala Desa Margasari  Wahyu saat dikonfirmasi program bantuan dari KKP menjelaskan untuk bantuan KKP itu sudah dilaksanakan untuk penanaman Mangrove terbagi ada dua kelompok. “Disini ada dua bantuan, satu dari BPDAS-HL dan satu lagi dari KKP, kalau untuk bantuan KKP itu sendiri ada didalam.

Untuk jumlah Mangrove yang ditanam dari program bantuan KKP itu dalam satu kelompok 500 meter dan sudah direalisasikan. Untuk total anggaran yang diluncurkan dari KKP itu langsung kekelompok masing – masing kami gak sempat kroscek.”Kata Kades Wahyu dalam penjelasnya kepada Bumi1.com dirumahnya.

Lanjut Kades, cuman kalau jumlah bibitnya apal untuk yang dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai-Hutan Lindung (BPDAS-HL) nya itu dalam satu rumpon berjumlah 500 batang, kalau yang dari KKP itu lupa kurang paham. Tetapi untuk pekerjanya menggunakan warga sekitar  dan kalau yang dari Bapeda itu upahnya langsung dikirim kerekening masing -masing anggota yang bekerja.

Untuk sistem kerjanya harian dan tergantung dari sikelompoknya masing-masing. Yang jelas sudah direalisasikan dan selesai 100% pada 19 Desember 2020 untuk penanaman bibit Mangrove dari program penghijauanya itu. “Pungkas Kades Wahyu.

Ditempat yang sama Suryanto warga Desa Margasari pekerja yang menanam bibit Mangrove mengatakan saya kerja nanam bibit Mangrove sistemnya harian, perhari saya dibayar 110 ribu lepas.

Total saya kerja menanam bibit Mangrove dari program Pemerintah disini sekitar 30 hari, saya bekerja disini bersama 12 orang yang menanam bibit Mangrove dan berharap program penanaman Mangrove ini agar dilanjutkan untuk tahun berikutnya.”Tutupnya. (Erwan/red)