Inilah Puing Dan Potongan Tubuh Saat Ditemukan

0
359

Jakarta (Bumi1.com) Tim penyelamat Indonesia mengeluarkan bagian tubuh, potongan pakaian dan potongan logam dari Laut Jawa pada Minggu (10/01) pagi, sehari setelah Boeing 737-500 dengan 62 orang penumpang jatuh tak lama setelah lepas landas dari Jakarta. Senin (11/01/2021).

Para pejabat berharap bisa memeriksa puing pesawat Sriwijaya Air Penerbangan 182 setelah peralatan sonar mendeteksi sinyal dari pesawat.  Serpihan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh ditemukan petugas dan masyarakat di perairan Pulau Laki di Kepulauan Seribu, pada Sabtu (09/01) petang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada wartawan mengatakan bahwa pihak berwenang telah melakukan upaya pencarian besar-besaran setelah mengidentifikasi kemungkinan lokasi lokasi jatuhnya pesawat.

“Barang-barang itu ditemukan oleh tim SAR antara Pulau Lancang dan Pulau Laki,” Kata Badan SAR Nasional Bagus Puruhito seperti dikutip dari grup Siberindo.co.

Anggota penyelamat Indonesia pada hari Minggu membawa apa yang diyakini sebagai sisa-sisa pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJ 182 yang jatuh ke laut.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keteranganya mengatakan tim di kapal angkatan laut Rigel yang dilengkapi dengan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh telah mendeteksi sinyal dari pesawat.

Menurut kami sesuai dengan koordinat dari kontak terakhir yang dilakukan oleh pilot sebelum pesawat hilang. “Kami segera menurunkan penyelam dari satuan elite angkatan laut untuk menentukan temuan guna mengevakuasi para korban,” Kata Tjahjanto.

Lebih dari 12 jam sejak pesawat Boeing yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Indonesia tersebut kehilangan kontak, sedikit yang diketahui tentang apa yang menyebabkan kecelakaan itu.

Lanjutnya, nelayan di sekitar Kepulauan Seribu, gugusan pulau di utara pantai Jakarta, melaporkan mendengar ledakan sekitar pukul 14.30. Sabtu. “Kami mendengar sesuatu meledak, kami mengira itu bom atau tsunami karena setelah itu kami melihat percikan besar dari air,” Kata nelayan Solihin.

“Pada saat itu hujan deras dan cuaca sangat buruk sehingga sulit untuk melihat sekeliling dengan jelas. Tapi kita bisa melihat percikan dan gelombang besar setelah suara-suara itu. Kami sangat terkejut dan langsung melihat puing-puing pesawat dan bahan bakar di sekitar perahu kami. “Jelasnya. (*)