Ini Kesaksian Warga Pulau Lancang Saat Sriwijaya Air Jatuh

108 Kali Dilihat

Jakarta (Bumi1.com) Penduduk Pulau Lancang, Junaenah (40), memberikan kesaksian saat peristiwa Sriwijaya Air SJ182 jatuh di Kepulauan Seribu. Dia mengaku mendengar suara menggelegar bak petir hingga menggetarkan kaca jendela rumah penduduk.

“Hari itu hujan campur angin kencang, tiba-tiba ada suara ‘duar’ terdengar keras sekali sampai rumah (kaca rumah) bergetar,” Kata Junaenah Senin (11/01/2021) seperti dikutip dari Antara.

Junaenah menjelaskan, dikala itu, situasi tidak ada masyarakat yang melaut mencari rajungan (sejenis kepiting), kebanyakan masyarakat berada di dalam rumahnya berlindung dari hujan. Dan rumah kami berada disekitar 200 meter dari bibir pantai.

“Pas dengar ledakan saya kaget, ya allah suara apa itu, karena besar sekali seperti bom. Tapi saya dan anak-anak tidak keluar karena saya kira hanya petir di tengah hujan saja,” Ujarnya.

Akhirnya kabar kejadian yang sebenarnya datang dan tersiar sekitar pukul 16.00 WIB, setelah adanya pengumuman Kementerian Perhubungan bahwa satu pesawat maskapai Sriwijaya Air hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu. Kabar itu juga diperkuat oleh warga lainnya kembali dari melaut.

Dari kabar yang dibawa nelayan yang melaut, warga Pulau Lancang mengetahui ledakan tersebut adalah berasal dari sebuah pesawat yang mengalami kejadian nahas jatuh di antara tempat mereka dengan Pulau Laki yang tak berpenghuni.

“Nelayan yang baru pulang mengabari bahwa di sana (perairan Pulau Lancang-Pulau Laki) ada pesawat yang jatuh. Saya langsung ingat oh mungkin itu yang siang tadi (saat hujan) saya kira petir sangat besar,” Ucap Marsu selaku ketua RT 001/RW 001 Pulau Lancang.(*)