Sanggar Mulei Meghanai Lamtim Adakan Aksi Galang Dana

100 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com) Sanggar Mulei Meghanai Lampung Timur bersama komunitas Club Motor mengadakan aksi galang dana untuk adinda M.Syadzili Mezar Ibrahim, tepatnya di jalan raya Ir. Sutami Sribhawono Panjang KM 59 Kecamatan Bandar Sribhawono Lampung Timur, Sabtu (12/12/2020).

Kali ini Sanggar Mulei Meghanai dan komunitas Club Motor bersama salah satu musisi konco ngopi dan Karang Taruna Desa Teluk Dalem bersama-sama gelar aksi galang dana untuk didonasikan kepada adek kita yang terkena penyakit Atresia Bilier (Tidak terbentuknya saluran empedu) yang membutuhkan uluran tangan para orang dermawan.

Ketua sanggar Mulei Meghanai Lampung Timur Budiono kepada Bumi1.com mengatakan bayi mungil yang bernama Muhammad Syadzili Mezar Ibrahim yang saat ini menginjak usia delapan bulan. Sejak lahir harus menjalin perawatan medis di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

“Maka dari itu anak-anak sanggar Mulei Meghanai Lampung Timur mengadakan aksi turun kejalan untuk menggalang dana, yang nantinya akan disalurkan kepada saudar kita adinda M.Syadzili Mezar Ibrahim. “Kami galang dana ini berada di berbagai titik yang ada di Lampung Timur yaitu Pasar Sumber Sari Desa Teluk Dalem, Pasar Sadar Sriwijaya, Pasar Sidorejo dan pertigaan Lapangan Bandar Sribhawono. “Jelasnya.

“Semoga dengan sedikit rizki dari hasil kami menggalang dana ini, nanti hasilnya bisa kami salurkan untuk membantu adik kami Dzili dan semoga bisa menjadi anak yang kembali normal layaknya anak-anak lainnya.

Lanjut Budiono, anak-anak sanggar ini adalah anak-anak jalanan yang di mana mereka tergabung di dalam sebuah organisasi, maka kami bersama pemuda dan pemudi serta anak jalanan yang ada di Lampung Timur mengadakan galang dana, “Katanya dalam menjelaskan kepada Bumi1.com.

Kata Budiono, menurut informasi yang telah kami dapat adinda Dzili ini merupakan buah hati dari pasangan Meutia Racmatia dan Yulizar Fadli Lubay, seorang pekerja seni yang konsisten sebagai penulis prosa dan aktor teater Komunitas Berkat Yakin (Kober) Bandar Lampung.

“Yang harus berjuang melawan penyakit Atresia Bilier ( tidak terbentuknya saluran empedu) yang di deritanya, apalagi Adek Dzili ini berdomisili di Lampung Timur, maka dari itu saya merasa sedih ketika melihat keadaan adek kita ini kemudian saya menggerakkan anggota sanggar kami. “Pungkasnya. (Roni)