Kakek Tua Tetap Semangat Berjualan Untuk Mengais Rizki

10717

Lampung (Bumi1.com) Kakek tua berumur (97) tahun warga dusun 02 Desa Sripendowo Kecamatan Bandar Sribhawono Lampung Timur itu mengais rezekinya dengan berkeliling jualan sapu lidi dan pengki menggunakan sepeda tua berjalan kaki dan terlihat masih semangat, Senin (21/09/2020).

Pantauan Bumi1.com dilapangan nampak terlihat kakek Wahadi yang berumur (97) tahun itu sedang mendorong sepedah ontel miliknya membawa sapu lidi dan pengki untuk dijual dengan cara keliling diwilayah Kecamatan Bandar Sribhawono tepanya di jalan raya Ir.Sutami Sribhawono.

Wahadi kakek kelahiran 1923 asal Jawa Tengah Kabupaten Magelang itu pendengaran dan penglihatannya masih jelas di usianya yang sudah mencapai (97) tahun, hal itu terlihat jelas saat Bumi1.com menyuruh kakek Wahadi membaca tulisan.

Wahadi kakek tua berumur (97) tahun saat ditemui Bumi1.com dipinggir jalan saat berjualan mengatakan saya berkeliling jualan sapu lidi dan pengki ini karna saya tidak mau membebani keluarga anak-anak saya, saya berjualan seperti ini hanya dapat penghasilan 80 sampai 100 ribu kalau abis.

“Saya jualan sapu lidi dan pengki ini kadang-kadang setengah bulan sekali kelilingnya, saya keliling kadang masuk pasar Simpang Sribhawono sampai Way Curup Mataram Baru. “Kata kakek Wahadi saat memberikan penjelasan pada Bumi1.com.

Lanjutnya, dengan kondisi saya yang sudah tua ini dan hanya berjalan kaki saat jualan keliling mendorong sepedah untuk membawa dagangan, saya berangkat dari rumah jam 7 pagi pulang sampai rumah jam 8 malam, saya pulang pergi hanya cukup alan kaki saja mas.”Bebernya.

“Saya dirumah hanya ikut anak saya dan saya tidak mau ketergantungan dengan anak walaupun tinggal bersama dirumah, sebenarnya anak-anak saya sudah menyuruh berhenti untuk berjualan keliling, tetapi saya masih kuat untuk jualan dan mengais rejeki.

Harapan saya kepada Bupati Lampung Timur, saya ingin sekali mendapatkan bantuan dari Pemerintah, apa lagi saat inikan mau ada pemilihan Bupati jadi harapan saya ingin sekali ada calon Bupati yang mau memberi bantuan kepada saya yang betul-betul mengerti sama rakyat kecil seperti saya, dan yang betul-betul membimbing rakyatnya. “Pintanya.

Tambahnya, Bupati itu harus sungguh-sungguh mengerti dengan rakyat kecil, sebab ada rakyat ya ada pemerintah, ada Pemerintah pasti adanya rakyat. Jadi maksud saya sama-sama lah saling mengerti dan memberi bimbingan seperti halnya orang tua kepada anaknya. “Pungkasnya. (Roni).