Ketua DPP HNSI Pusat Angkat Bicara Adanya Penangkapan Nelayan

1068

Lampung (Bumi1.com) Paska adanya pembakaran kapal tongkang milik PT Sejati 555 Nuswantara Sejahtera di laut Sekopong karena kemarahan para nelayan yang tidak setuju adanya penambangan pasir laut. Berbuntut panjang, hingga satu orang pengurus nelayan kuala penet di tangkap oleh aparat kepolisian, Jum’at (13/03/2020).

Adanya penangkapan satu orang nelayan benama SAF, ratusan nelayan di kuala penat tepatnya di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur menuntut pembebasan SAF salah satu nelayan yang diambil paksa oleh pihak kepolisian pada Kamis (12/03) di Jalan raya Desa Mendala Sari Lampung Timur.

Pantauan Bumi1.com di lokasi terlihat ratusan nelayan masih berkumpul di halaman rumah SAF sambil memberikan dukungan kepada keluarganya agar bersabar ini ujian bagi para nelayan kuala penet.

Ketua DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pusat, Dr. Toga Mahaji saat dikonfirmasi adanya penangkapan satu orang nelayan oleh kepolisian melalui telponya mengatakan saya sangat terharu mendengar adanya penangkapan satu orang nelayan oleh pihak kepolisian, seharusnya permasalahan ini jangan sampai ada penangkapan pada nelayan, diselesaikan secara baik-baik saja.

Selanjutnya, masyarakat nelayan juga jangan terprofokator atau main hakim sendiri. Gunakan dengan jalur hukum supaya tidak terjadi keributan dan kerugian di salah satu pihak, baik para nelayan maupun PT Sejati 555 Nuswantara Sejahtera yang terbakar tongkangnya di laut Sekopong. “Ucap ketua DPP HNSI Pusat saat memberikan penjelasan pada Bumi1.com pada Jum’at malam.

Menurut ketua DPP Pusat, “Kalau para nelayan ingin melakukan tindakan seharusnya menggunakan jalur HNSI mulai dari ranting-rantingnya di Desa-Desa dengan lembaga yang tergabung itu, mestinya untuk menyurati atau menuntut kepada perusahaan-perusahaan yang melanggar ini. Jadi seperti itu, karena persoalan seperti inikan sudah melalui jalur hukum makanya harus lebih aktif menyurati tadinya, supaya masyarakat nelayan bukan yang bertindak langsung.

Toga DPP HNSI Pusat menjelaskan kita baru tau kalau ada keributan dan penangkapan satu orang nelayan oleh pihak kepolisian dan juga belum ada surat masuk resmi dari para nelayan maupun DPC serta DPD HNSI Lampung ke Pusat, cuman hanya lisan saja pemberitahuan kepada kami.”Katanya.

Toga berharap pada para nelayan Lampung Timur agar kondusif dan bisa menjaga, jangan sampai terulang kembali, tentu HNSI bersama Pemda setempat akan memberikan solusi-solusi sehingga tidak terjadi lagi hal-hal yang parah seperti ini supaya lebih tenang.

Toga menambahkan HNSI akan hadir menjembatani bersama Forkompida dan Forkopicam agar tidak terjadi ribut-ribut lagi supaya tidak terjadi tangkap menangkap pada nelayan, ahirnya akan rugi semua. Nantinya DPD HNSI Provinsi Lampung akan memberikan pendampingan kusus pada nelayan yang ditangkap oleh kepolisian supaya di bebaskan.”Tutupnya. (Erwan/red)