Mesrenbang Tingkat Kecamatan Bupati Ende Kecewa, Kurangnya Usulan Masyarakat

102 Kali Dilihat

NTT (Bumi1.com) Musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) RKPD Kecamatan Ndona tahun 2021 dengan tema memperkuat pelayanan dasar dan peningkatan infrastruktur untuk mendukung pembangunan ekonomi di Kabupaten Ende bertempat di halaman Kantor Camat Ndona, Selasa (18/02/2020).

Bupati Ende H.Djafar Achmad dalam sambutannya mengatakan misi kita ingin mencapai mewujudkan karakteristik Kabupaten Ende dengan membangun dari Desa dan Kelurahan menuju masyarakat yang mandiri,sejahtera dan berkeadilan di tahun 2024 nantinya.

“Musrembang seperti ini mestinya harus banyak masyarakat yang hadir bersama dengan tokoh agama, tokoh adat. Karena disini kita mencari suara masyarakat dalam forum ini bukan suara ASN untuk kita padukan dari program Presiden Jokowi dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan dari Pemerintah Kabupaten Ende untuk bisa membangun Kabupaten Ende.”Ungkapnya.

Lanjut Bupati Ende H. Djafar Achmad, pada tahun 2024 nanti yang kita inginkan bersama masyarakat Kabupaten Ende agar lebih mandiri dan maju dalam seluruh aspek, tidak hanya diukur dari aspek ekonomi semata tapi kita ingin agar masyarakat Kabupaten Ende jadi lebih sejahtera dan adil.

Menurutnya, seluruh rakyatnya mempunyai kesempatan yang sama dalam meningkatkan taraf hidup serta memperoleh lapangan pekerjaan, melaksanakan hak-hak politiknya, mengemukakan pendapat serta mendapatkan perlindungan dan kesamaan kedudukan di tempat umum.”Jelasnya.

Selain itu juga diharapkan agar masyarakat Kabupaten Ende menjadi masyarakat yang unggul dimasa depan dan menjadi generasi yang berprestasi di semua bidang dan perilaku beradat sesuai dengan adat dan budaya kita.”Pungkasnya.

Sementara Camat Ndona Drs.Yohanes Rikardus Demu dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan musyawarah pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan pada hari ini dilandasi dari UUD no 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional (SPPN) yang dijabarkan melalui beberapa peraturan yakni UUD Desa no 6 tahun 2014, Permendagri 114 tahun 2014 tentang perencanaan pembangunan Desa, Permendagri 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi perencanaan daerah.

Lanjut Camat Ndona, pada kegiatan pra Musrembang RKP yang telah kami laksanakan di forum ini telah menyepakati beberapa kegiatan yang menjadi sekala Kecamatan mengingat dengan minimnya alokasi Pides/Pikel yang direncanakan untuk Kecamatan Ndona dari 12 Desa dan 2 Kelurahan yaitu Rp 4.427.66.498.000 (Empat Miliar Empat Ratus Dua Puluh Tujuh Enam Puluh Enam Ribu Empat Ratus Sembilan Puluh Delapan Rupiah), apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya tahun 2019 berjumlah Rp 7.624.000.000 (Tujuh Miliar Enam Ratus Dua Puluh Empat Juta Rupiah), dimana mengalami penurunan sekitar 40%.”Bebernya.

“Jadi dalam forum pramusrembang kemarin forum telah menyepakati dan tidak bermaksud untuk meniadakan seluruh usulan yang ada dalam Musrembang Desa dan Kelurahan, oleh karena itu forum telah menyepakati beberapa pembangunan yang nanti akan dilaksanakan pada tahun ini tahun 2021 dengan anggaran yang ada dan sudah ditetapkan yaitu peningkatan jalan lingkar luar Lokoboko ke Lokapere di Kilometer 10 untuk peningkatan jalan.”Tutupnya.

Ditempat yang sama anggota DPR Provinsi Dapil V Tomas Tiba dalam arahanya menyampaikan kehadiran kami pada hari ini sebenarnya kami mau sosialisasi APBD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tahun anggaran 2020 tetapi karena ada Musrembang tentang bagaimana kita menyikapi soal sistem perencanaan secara baik berdasarkan perintah UUD no 25 tahun 2004 tentang sistim perencanaan nasional.

Maka lanjut Tomas Tiba mengatakan, untuk itu saya perlu menyampaikan bahwa ada 4 langkah yang paling penting dalam UUD no 25 yang pertama melakukan rancangan perencanaan yang cepat, penetapan perencanaan pembangunan bagi Kabupaten Ende dan Provinsi NTT melakukan pengendalian perencanaan dan evaluasi perencanaan.”Pungkasnya. (Yohanes)