Warga Desa Lalang Bata Harapkan Pembangunan Jalan Petani

102 Kali Dilihat

Sulsel (Bumi1. Com) Upaya untuk percepatan pembangunan akses jalan petani disuarakan oleh masyarakat dusun Pa’batteang Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki Kepulauan Selayar, menjelang tahapan pembahasan dan penyusunan RAPBD perubahan tahun 2020. Selasa (31/12/2019).

Masyarakat Pa’batteang meminta perhatian serius instansi tekhnis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk dapat segera mengalokasikan pos anggaran pembangunan akses jalan petani berkonstruksi rabat beton di sejumlah titik lokasi jalan tani yang sebelumnya telah dirintis dan melalui tahapan pengerasan.

Harapan ini dititipkan warga masyarakat pada anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, terkhusus yang berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Buki-Bontomate’ne. Warga berharap, akses jalan petani ruas sungai Li’boia dapat segera ditingkatkan statusnya dari perintisan dan pengerasan menjadi jalan rabat beton.

Jalan ini, selain akses jalan para petani ruas Li’boia, warga masyarakat juga berharap perhatian serius dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk dapat segera menfasilitasi pengalokasian anggaran pembangunan akses jalan petani di lingkar Buhung Tujuh, Ere Botto, dan akses jalan tani, ruas Pa’batteang-Gassa yang mencapai ukuran panjang dua kilometer.”Pinta Fadly perwakilan masyarakat.

Selanjutnya, Fadly usai mengunjungi dan menyaksikan secara langsung, kondisi akses jalan petani di empat titik lokasi di dusun Pa’batteang. Selain diharapkan mampu untuk memberikan kemudahan bagi petani dalam mengakses, mengangkut, dan memasarkan produk hasil pertanian milik para petani.

“Kebijakan ini juga diharapkan dapat memimalisir kemungkinan tersesatnya petani, saat akan menuju ke kebun yang dikelilingi oleh rerimbunan rumput dan tanaman liar.

Masih kata Fadly, persoalan akses jalan petani di dusun Pa’batteang merupakan sebuah hal yang bersifat urgent dan harus segera dituntaskan untuk menekan potensi kecelakaan tunggal, terutama di musim penghujan.

Hal ini harus menjadi pertimbangan kusus karena kondisi fisik infrastruktur jalan petani yang licin dan sangat sulit untuk diakses, terutama di musim hujan. Selain tidak bisa diakses dengan menggunakan kendaraan sepeda motor, akses jalan petani di dusun Pa’batteang juga terkadang, mengharuskan petani berjalan kaki tanpa sendal.”Pungkas Fadly.(Red)