Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan Satwa Burung Sumatra Lampung

102 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.Com) Jajaran Kepolisian Resot Lampung Selatan melalui Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Lamsel. Pada Minggu (08/12/2019) Menggagalkan penyelundupan ekor jenis Satwa Burung dari Sumatera Lampung yang berjumlah sekitar 1,997 di Area Pemeriksaan Seaport Interdiction pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Sebanyak 1,997 Jenis Satwa burung tersebut terdiri dari berbagai jenis burung seperti, Perenjak, Tilang Sutra, Pleci, Samperling, Tilang Putih, Cerocok, Tilang Mas, Cucak Mini, Cucak Biru, Cucak Ijo, Srigunting, Pentet, Bubut dan Perkutut itu akan dikirim menuju ke daerah perdagangan Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

Menurut Kapolres AKBP Edi Purnomo, SH. SIK. MM. Menerangkan, Bahwa semua jenis Satwa burung tersebut berasal dari Wonodadi, Gading Rejo, Peringsewu. Yang mana akan di kirim/seberangkan menuju Jakarta Timur dengan menggunakan Kendaraan Minibus Elf, Bernopol BE 1699 UQ.

“Iya penyelundupan ini berhasil digagalkan oleh petugas kita semalam sekita Pukul, 2.30 wib, Setelah melalukan pemeriksaan, ternyata ada ribuan burung yang berasal dari pringsewu ini dan dibawa menggunakan Minibus tujuan ke jakarta. Burung-burung itu di masukan kedalam 24 Keranjang Box Warna Putih, kemudian 40 Box Keranjang Kecil dan 60 kantong Besek,” Terangnya Kapolres Lamsel.

Lanjutnya Kapolres Lamsel, Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Bambang Hermanto (35) warga Desa Linggapura, Gunung Sugih, Lampung Tengah. Yang mana dikawal langsung oleh sang pemiliknya Eko Supriadi (38), Warga Wonodadi, Pringsewu, Tanggamus. untuk di distribusikan oleh Pedagang Hewan yang ada di Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

“Satwa berbagai jenis burung ini didapat oleh mereka dengan cara membeli dari para petani yang menjaring burung di hutan. Namun semua burung tersebut tidak dilampirkan dokumen atau surat yang sah. Oleh karena itu, petugas langsung membawanya ke KSKP untuk dimintai keterangan. Sementara untuk burung-burungnya akan diserahkan dibalai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Bakauheni,” Imbuhnya.

Sementara keterangan dari seorang Supir dalam pengakuannya mereka diberi upah sebesar Satu Juta Rupiah, Untuk mengirimkan semua satwa burung tersebut untuk sampai ketujuan.

Jadi untuk para pelaku sementara diduga akan dijerat melanggar Pasal 31 UU RI No. 16 Tahun 1992, Tentang Karantina dengan Ancaman Hukuman Penjara selama 3 tahun dan denda sebesar 150 juta rupiah. ( Jhony)