Masyarakat Gelar Orasi Kembali Sebagai Tanda Penolakan Tambang Pasir

101 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.Com) Kurang Lebih sebanyak 500 masyarakat yang ada di Kecamatan Rajabasa dan Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan menggelar Aksi Orasi pinggir jalan tepanya di Desa Canti. Senin (02/12/2019)

Acara yang di pusatkan di Pelabuhan Canti tersebut di warnai dengan aksi tanda tangan di atas kain putih yang di bentangkan sepanjang 100 meter dan hal ini sudah terpenuhi. “Ribuan tanda tangan rakyat yang di tulis di kain putih tersebut bentuk dari dukungan untuk mencabut izin Penyedotan Pasir Hitam Gunung Anak Krakatau (Gak).

Salah satu warga yang menyebutkan dari Aliansi Peduli Masyarakat Juhariyansyah, Mengatakan seruan orasi di Pelabuhan Desa canti Kecamatan Rajabasa, berharap kepada semua lapisan masyarakat agar bersatu untuk mencabut izin penambangan pasir hitam Gunung Anak Krakatau (Gak).

Selanjutnya pengumpulan tanda tangan warga masyarakat tersebut akan mereka bawa ke Pemerintahan Provinsi dan jika bisa akan ditembuskan ke Pemerintah Pusat, untuk disampaikan bahwasanya masyarakat bener-benar menolak adanya kegiatan Penambangan Pasir Hitam GAK tersebut. “Ucapnya.

Sementara kain putih yang kita bentangkan ini, masyarakat yang ada di Kecamatan Rajabasa khususnya masyarakat Lampung Selatan sudah di tanda tangani sebagai bentuk penolakan kita untuk mencabut izin penyedotan pasir hitam Krakatau,” Tegasnya.

Menurut curhatan rakyat, “Mereka yang ambil kepiting di area Gunung Krakatau sebagai usaha mereka untuk menghidupi keluarganya tetapi dilarang. Sementara cukong yang menyedot Pasir Hitam di area GAK ribuan kubik di izinkan. Dimana keadilan itu akan kami cari, Mungkin sudah tidak ada keadilian lagi. ” Katanya. (Jhony)