Kurangnya RKB Di SMPN 30 Makassar Berdampak Pada Murid

103 Kali Dilihat

Sumsel (Bumi1. Com) Faktor keterbatasan ruang kelas, Menyebabkan ratusan murid di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 30 Makassar Sulawesi Selatan. Harus mengikuti proses belajar mengajar (PBM) sejak dari pagi sampai malam hari, Hal itu terlihat jelas saat alumni SMPN 30 Makassar berkunjung di sekolah setempat.

Persoalan ini menjadi sorotan dan perhatian dari salah seorang alumni dari sekolah menengah pertama (SMPN) 30 Makasar, Yang berada di Kilometer 11 ruas Jln. Perintis Kemerdekaan Bumi Tamalanrea Permai,

Salah seorang alumni SMPN 30, angkatan 1996/1998, Fadly Syarif, S.I.KOM, Menegaskan tentang persoalan kekurangan ruang kelas baru di SMPN 30 Makassar yang sudah belasan tahun menjadi pemicu utama, Berjalannya proses belajar mengajar (PBM) di pagi hari sampai malam hari itu tidak bisa dibiarkan untuk terus berlangsung selama lamanya. Hal itu di katakan pada Bumi1. Com melalui telpon selusernya. Senin (04/11/2019).

Masih kata Fadly, “Belajar dari pagi sampai malam itu sangat tidak efektif dan secara otomatis akan menguras tenaga, energi, serta pemikiran para tenaga pengajar yang harus memaksakan diri untuk berinteraksi menyampaikan materi pembelajaran pada murid-muridnya.

Selanjutnya saya sebagai alumni SMPN 30 Makassar sangat prihatin adanya belajar mengaja dari pagi sampai malam. Untuk itu, saya berharap agar persoalan seperti ini bisa segera disikapi secara serius oleh instansi pemerintahan kusunya Dinas Pendidikan.”Ucapnya.

Selain itu, Fadly alumni SMPN 30 Makasar berharap pada Pemerintah Pusat maupun Daerah agar proses belajar mengajar di SMPN 30 Makassar dapat berjalan normal dan efektif pada umumnya, Tanpa harus membuat lelah muridnya maupun tenaga pengajar.”Pintanya.

“Saya sebagai alumni disini hanya mampu menitipkan harapan kepada jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, terutama pada Dinas Pendidikan untuk dapat segera mengambil sikap dan memikirkan jalan keluar penyelesaian persoalan kekurangan ruang kelas SMPN 30 Makassar yang berdampak pada aktivitas belajar mengajar dari pagi sampai malam hari. ”Harapnya.

Sementara bantuan kerjasama dari seluruh pihak sangat kami harapkan untuk dapat mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pembangunan ruang kelas dan perpustakaan baru yang lebih refresentatif dan memadai untuk siswa SMPN 30 Makassar.”Pungkasnya.(Red)