Pemilik Kantor Jurnal Majalah Inovasi Guru Beberkan Karyanya

1012 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1. Com) Kepala Sekolah Menengah Atas (SMAN) 1 Gunung Pelindung beberkan tentang berdirinya bangunan Kantor Jurnal dan Majalah Inovasi Guru sekaligus kegunaanya yang berlokasi di Desa Sribhawono Kacamatan Bandar Srihawono Lampung Timur. Jum’at (01/11/2019).

Pimpred Bumi1. Com bersama jajaranya dalam rangka kunjungan ke Kantor Jurnal Majalah Inovasi Guru tepatnya di Jalan Ir. Sutami Desa Sribhawono, di sambut baik oleh pemilik Kantor Jurnal Majalah Inovasi Guru Drs. Lanang Anwarsono,

Pemilik Kantor Jurnal dan Majalah Inovasi Guru sekaligus Kepsek SMAN 1 Gunung Pelindung Lanang Anwarsono menjelaskan saya sejak SMP hobi menulis, makanya saya bisa terinspirasi mendirikan bangunan Kantor Jurnal ini, kegunaan Kantor Jurnal sendiri untuk salah satu syarat bagi kawan-kawan Guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK bahkan Dosen juga ada.

Tempat ini untuk menulis, “Jadi ini syarat untuk kenaikan golongan. Makanya saya terinspirasi membuat gedung/Kantor Jurnal dan Majalah Inovasi Guru. “Ucapnya.

Selanjutnya untuk kegiatan Kantor Jurnal dan Majalah Inovasi Guru sendiri ada dua kriteria yaitu ada yang Cetak itu sebagai bukti fisik untuk kenaikan golongan, kemudian kita Onlinekan juga karya-karya guru dan disini sudah ada sekitar 17 Provinsi yang menulis di Jurnal ini sendiri. Awal perintisan Kantor Jurnal sudah berdiri dari tahun 2006, Kemudian tahun 2012 sudah jadi, hingga sekarang ini masih berjalan kegiatan Kantor Jurnal.

Anwarsono menambahkan adanya Kantor Jurnal dan Majalah Inovasi Guru ini untuk membantu mempermudah kawan-kawan guru untuk kenaikan golongan, karena ini bentuk salah satu syarat untuk naik golongan kususnya golongan 4. 4A, 4B, 4C,4D itu di wajibkan dimuat di Jurnal media seperti koran atau majalah yang ber ISSN.”Jelasnya.

Sementara Jurnal dan Majalah Pendidikan Plus Inovasi Guru mencoba menampung dan menerbitkan karya-karya dari guru berupa, karya ilmiah seperti bentuk jurnal, karya sastra, bentuk cerpen dan opini tanpa membatasi tema.Kegiatan seperti ini juga di muat di Jurnal dan juga ada peraturan-peraturan Kemendikbut juga kami muat.”Pungkasnya.(Erwan/red)