Tri Lastari Penderita Sakit Kejang Butuh Uluran Tangan

100 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.Com) Tri Lastari warga Desa Sinar Bandung Kecamatan Negri Katon Kabupaten Pesawaran, menderita sakit sudah cukup lama dari usia 1 tahun sampai sekarang sudah berumur 20 tahun belum juga ada perhatian dari Pemerintah dan membutuhkan uluran tangan dermawan, Selasa (22/10/2019).

Hal itu disampaikan orang tua Tri Lestari kepada Bumi1.Com saat di jumpai di rumahnya, penyakit yang di derita anak saya berawal dari stib dan ahirnya kejang-kejang terus tidak mau makan hingga penyakit tambah parah, sampai sekarang ini anak saya tidak bisa apa-apa dan gak lepas dari kursi roda,

Ijo orang tua Tri Lestari warga Desa Sinar Bandung saat di wawancarai Bumi1. Com menjelaskan saya selama ini belum pernah menerima bantuan dari manapun untuk anak saya Tri Lestari, sejak menderita sakit dan berumur 1 tahun sampai sekarang ia berumur 20 tahun,

“Tetapi saya bersyukur sekali ada kursi roda yang di berikan orang dari Desa Trimulyo dari kelompoknya Aagim. “Jadi anak saya bisa punya kursi roda dan bisa duduk, jalan-jalan dengan kursi roda. Walau kursi rodanya sudah berkali kali di perbaiki, maklum karena sakitnya juga sudah 20 tahun, “Jelasnya.

Masih dikatakanya Ijo orang tua Tri Lestari kepada media Bumi1.Com mengatakan setiap bulan saya harus mengambil obat ke Prengsewu untuk anak saya, kalau obatnya gratis, tetapi saya harus mengeluarkan uang dua ratus untuk ongkos bensin orang yang mengambilkan obatnya. Karena kalau saya yang ambil obatnya anak saya yang sakit ini gak bisa di tinggal dan gak ada yang urus, sementara kalu saya ajak repot malah gak cukup dengan uang dua ratus ribu, “Ungkapnya.

Sementara orang tua Tri Lestari, “saya hanya bisa berdoa untuk mukjizat dari allah SWT agar anak saya mendapat kesembuhan dan saya berharap mudah-mudahan saja entah kapan waktunya ada perhatian dan bantuan dari Pemerintah yang bisa membantu untuk kesembuhan anak saya, saya ingin anak saya sembuh dari kejangnya dan bisa berjalan sehat. Bisa hidup layaknya anak-anak yang lain.”Pintanya. (Mardiyanto)