Komisi III DPRD Lamsel Temukan Kejanggalan Dilokasi Pembangunan

102 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.Com) Komisi III DPRD Lampung Selatan tinjau langsung Pembangunan Ruas Jalan Desa Trans Tanjungan Kecamatan Katibung- Desa Batu Liman Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Jum’at (18/10/2019).

Tinjauan dilakukan berdasar hasil rapat Komisi III DPRD Lamsel (17/10), Tentang perlunya peninjauan lapangan sebagai fungsi pengawasan. Dalam pengawasan kali ini, Komisi III mengikut sertakan Dinas PUPR Lamsel, Camat dan Kepala Uptd PU Kecamatan Ketibung.

Di lokasi, Fahrizal Purba SE, Anggota Komisi III yang rumahnya tidak jauh dari lokasi pembangunan menyatakan bahwa dirinya akan memantau terus proses pembangunan ruas jalan Desa Trans Tanjungan-Batu Liman agar memiliki hasil yang bagus.

“Rumah saya kan memang deket sini, Jadi saya akan terus memantau proses berjalannya pembangunan jalan poros penghubung Kecamatan Katibung- Candipuro tepatnya di Desa Trans Tanjungan supaya hasil Pembangunan memiliki kwalitas bagus dan tahan lama,” Kata Fahrizal.

Ada sejumlah temuan di lokasi pembangunan, Lanjut Fahrizal, Lapisan dasarnya ada yang retak, Rangkaian dan pemasangan besinya kurang pas jarak.”Begitu pula lebar dan ketebalannya ada yang kurang, Serta tidak hanya itu saja temuan-temuan kami,” Tegasnya.

Senada hal tersebut juga di sampaikan M. Akyas salah satu Anggota Komisi III DPRD Lamsel dilokasi. Bahkan Ia menduga pihak kontraktor telah melakukan stor proyek sehingga berani banting harga. Ia pun meragukan kinerja kontraktor dalam membangun jalan dengan nilai anggaran sangat fantastis tersebut.

“Jangan-jangan ada stornya proyek ini, Saya ingatkan jangan main-main dalam pembangunan, Ini menggunakan uang rakyat mas,” Tegas Akyas di hadapan Pelaksana Lapangan CV. Bulan Adji Jaya dan Konsultannya.

Lebih lanjut, Ia menyesalkan jika model setor masih jadi budaya untuk mendapatkan proyek di Lamsel.
“Bagaimana pekerjaan mau bener kalau ada pemotongan. Jangan-jangan pas kami di sini aja peke besi, Pas kami tidak ada, Besinya tidak di pasang,” Imbuh Akyas.

Pantauan dilapangan, Dampak negetif yang timbul selama proses pembangunan jalan juga mendapat sorotan Anggota Komisi III Suhar Pujianto. Ia menegur keras pelaksana dan konsultan supaya melakukan penyiraman sehari tiga kali agar debu di sepanjang jalan yang tengah di kerjakan tidak mengganggu kesehatan warga sekitar.

“Di siram terus mas debunya, Itu kan dampak dari mobil proyek yang lalu lalang, Biar masyarakat tidak terkena penyakit, Kasihan masyarakat kalau ada yang sakit akibat kalian tidak menyiram debu, Apa jangan-jangan kalian tidak mampu beli air untuk menyiram jalan,” Ujar Suhar.

Peninjauan lapangan oleh Anggota Legislatif ini, Menurut Sulastiono, Ketua Komisi III DPRD Lamsel bertujuan supaya kontraktor bersungguh-sungguh dalam pengerjaan pembangunan jalan Trans Tanjungan Katibung-Candipuro.

“Seluruh anggota komisi III hari ini turun kelapangan untuk meninjau jalannya pembangunan ruas jalan Trans Tanjungan sampai Batu Liman Candi Puro, Dengan tujuan, Supaya kontraktor tidak main-main dalam pengerjaan, Jangan sampai jalan yang di bangun ini asal-asalan pengerjaannya,” Jelasnya.

Terkait temuan anggotanya di lokasi, Sulastiono akan melayangkan Surat teguran ke Dinas PUPR Lamsel supaya Dinas terkait juga memberikan teguran kepada CV. Bulan Adji Jaya sebagai pelaksana proyek peningkatan jalan ruas Trans Tanjungan-Batu Liman dengan Nilai Kontrak Sebesar Rp. 5.878.195.956 itu.” (Jhony)