Indah Warga Muara Gadingmas Butuh Bantuan Biaya Berobat

100 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1. Com) Indah Nurhidayah 12 tahun beralamat dusun 7 Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, sejak kecil mengidap penyakit paru-paru dan pada saat ini penyakitnya bertambah penyakit jantung & ginjal. Minggu (08/09/2019).

Anak pasangan almarhum Bahrun dan almarhumah Carila. Indah awalnya orang tuanya merantau dari Teluk Betung Bandar Lampung menuju Desa Muara Gading Mas. Indah ini tergolong dari keluarga tidak mampu, karena orang tuanya pekerjaan buruh nelayan dulunya.

Saat Indah berumur 2 bulan bapaknya Bahrun meninggal dunia. Lalu ibunya Carila berangkat merantau ke Taiwan pada tahun 2011, Indah sudah berusia 4 tahun. Dan pada saat itu Indah diasuhkan pada tetangganya bernama Nurifah. Kemudian Nurifah menyusul ibu kandung Indah ke Taiwan Juga. Selanjutnya Indah diasuh oleh ibunya Nurifah yang bernama nenek Tardem janda tua berusia 60 tahun. “Beber Dewi.

Dewi menambahkan pada tahun 2013 ibu kandung Indah. Carila meninggal dunia di Taiwan, setelah 40 hari Carila meninggal dunia menyusul ibu angkat Indah Nurifah pun meninggal di Taiwan. Saat ini Indah sering sakit-sakitan. Sama nenek angkatnya ibu Tardem, Indah hanya diberikan obat warung saja, karena neneknya sudah tua renta juga miskin.

Dewi anak ibu Tardem menjelaskan untuk saat ini sakit Indah semakin parah. Dan akhirnya, anak nenek Tardem bernama Dewi 27 tahun membawa Indah ke rumah sakit AKA Medika Bandar Sribhawono. Karena Indah tidak memiliki kartu BPJS kesehatan, dan Dewi bibi angkatnya pun tergolong orang tidak mampu juga. Untuk biaya yang mencapai Rp. 6.500.000,- (enam juta lima ratus ribu rupiah) itu, Dewi hanya meninggalkan KTP sebagai jaminan untuk rumah sakit AKA Medika. “Ucapnya.

Masih di katakanyan Dewi, saat ini Indah sudah dirujuk ke RSUD Sukadana. Pada saat itu juga Dewi bibi angkatnya Indah menghubungi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak P2TP2A Lampung Timur Dian Ansori minta bantuan agar bisa dirawat di RSUD Sukadana tanpa biaya. “Pungkasnya.

Sehubungan dengan adanya program Bupati Lampung Timur berobat gratis bagi masyarakat Lampung Timur yang tidak mampu, Indah tidak dikenakan biaya, karena Indah masuk katagori program tersebut. Pada hari Selasa 3 September 2019 Indah sudah dirawat diruang anak RSUD Sukadana.

P2TP2A Lampung Timur Dian Ansori menjelaskan seketika itu permasalahan muncul dari pihak rumah sakit AKA Medika menghubungi bibi angkatnya Indah menanyakan biaya rumah sakit Rp 6.500.000,- yang belum dibayar.

Selanjutnya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak P2TP2A Lampung Timur Dian Ansori, langsung berkordinasi dengan Sekcam Labuhan Maringgai Agustinus Trihandoko dan pihak rumah sakit AKA Medika Sribhawono. Alhasil alhamdulillah Indah dibebaskan seluruh biayanya di rumah sakit AKA Medika Sribhawono karena masuk kriteria Program kaum Dhuafa.

Sementara informasi yang diterima dari RSUD Sukadana kemungkinan Indah akan dirujuk ke RS Jantung Jakarta. Kembali permasalahan muncul karena bagi bibi Indah jika dirujuk ke Jakarta Indah tidak ada biaya dan tidak memiliki kartu BPJS kesehatan.

Masih di katakanya Dian Ansori dari P2TP2A Lampung Timur mencoba berkordinasi dengan RSUD Sukadana, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pengendalian Penduduk, Dinas Kesehatan dan juga kantor cabang BPJS Sukadana untuk membuat kartu BPJS Kesehatan untuk Indah. Namun sungguh di sayangkan karena peraturan kartu BPJS Kesehatan dapat dibuat dengan ketentuan bila KIS mandiri bisa aktif 14 hari kemudian. bila KIS iuran yang ditanggung APBD Lampung Timur bisa aktif 1 bulan kemudian.

Sementara Indah dalam waktu dekat ini di pastikan akan dirujuk ke RS Jantung yang ada di Jakarta. Disinilah dibutuhkan kepedulian semua pihak, untuk membantu Indah, mencari solusi terbaik. “Harap Dian. (Erwan/red)