Puluhan Petani Padi Desa Kedung Ringin Keluhkan Air

104 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1. Com) Puluhan warga petani Desa Kedung Ringin Kecamatan Pasir Sakit Lampung Timur, mengeluhkan sulitnya air untuk tanaman padi , hal itu dikatakan Darmanto mewakili petani setempat, Sabtu (31/08/2019).

Luas wilayah pertanian Desa Kedung Ringin yang di perkirakan mencapai 875 hektar pada saat ini kekurangan air, warga untuk mengaliri sawahnya harus rela mengeluarkan uang untuk nyedot air menggunakan jenset atau disel untuk mengaliri sawah miliknya.

Warga petani padi Darmanto sekaligus Sekretaris Desa Kedung Ringin menjelaskan saya mengeluhkan kurangnya air saat musim tanam, seperti musim kemarau saat ini, hal itu di Katakan Darmanto saat memberikan keterangan pada Bumi1. Com di lokasi sawah miliknya.

Darmanto menambahkan sementara untuk
kegunaannya sangat kurang, karena air di kirim kemana-mana sifatnya menyeluruh, tidak hanya Desa Kedung Ringin saja, untuk pengambilan air dari SPP, sementara tidak mencukupi dari sumber daerah Mumbang Jaya Jabung itu, karena disana di bendung jadi sawah di Desa Gedung Ringin kekurangan air. “Bebernya.

” Untuk di musim kemarau saat ini sangat banyak petani membutuhkan air, akhirnya para petani pada Jumat kemarin dengan adanya kesepakatan dan musyawarah di Desa yang di hadiri kelompok tani, P3A, PU dan PPL itu sepakat kita mengambil air dari bekas galian pasir dan pada waktu itu juga diadakan gotong royong.Terpaksa SPP di bendung supaya air laut tidak naik, trus air dari galian itu di masukan ke SPP langsung masuk kesekunder setelah itu di sedot kesiring lalu di bagi kesawah milik warga. “Jelasnya.

Sementara warga untuk mengaliri sawahnya harus menggunakan mesin disel dan paralon dan untuk saat ini warga yang masih tanam kurang lebih sebanyak 500 sampai 600 hektar.

Ia berharap kepada pemerintah agar bisa membantu apa yang menjadi kebutuhan para petani saat sekarang ini, yang kekurangan air. “Kemarin dari Kepala Desa, PU,P3A dan PPL sudah berupaya, dari balai besar Provinsi kemaren kebetulan hadir dan membatu paralon untuk menyambungkan gali kegalian itu di bantu 6 paralon ukuran 12 in dan di pinjamin mesin sedot yang gede berikut paralon 4 yunit. “Tutupnya. (Erwan/red)