Polsek Talang Padang Tangkap Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu

100 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.Com) Polsek Talang Padang beserta Polres Tanggamus menangkap seorang tersangka penyalahgunaan Narkoba jenis sabu di Pekon Sukabandung, Talang Padang, Tanggamus. Rabu (14/08/2019).

Tersangka berinsial GR berprofesi sebagai pegawai honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung warga Sukabandung.Dari hasil penangkapan petugas juga mengamankan barang bukti penyalahgunaan Narkoba berupa 6 plastik klip berisi Narkoba jenis sabu dan sejumlah barang lainnya.

Kapolsek Talang Padang Iptu Khairul Yassin Ariga, mewakili Plh. Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro, menjelaskan, Tersangka ditangkap tanpa perlawanan, Penangkapan pada saat sedang mengkonsumsi sabu di ruang depan televisi rumahnya. “Tersangka ditangkap pada Senin, 12 Agustus 2019 malam,” Ungkapnya

Iptu Khairul Yassin Ariga menambahkan, penangkapan tersebut berdasarkan penyelidikan informasi masyarakat adanya peredaran gelap Narkoba di Pekon Sukabandung.”Atas informasi tersebut, Anggota Polsek Talang Padang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Insan Husaini tersangka ditangkap sekitar pukul 23.30 Wib,” Jelasnya.

Lanjutnya, adapun barang bukit yang diamankan berupa 6 plastik klip kecil berisi narkotika diduga sabu, Seperangkat alat hisap sabu (bong) berikut kaca pirek berisi narkotika diduga sabu, 1 plastik sisa pakai narkotika diduga sabu yang telah terbakar.

Kemudian, 1 pipet berbentuk lancip, 2 korek api gas, 1 jarum yang sudah dimodifikasi, 1 kotak plastik permen happyden, 1 hp Xiaomi warna gold, 1 dompet warna hitam danang tunai Rp. 425 ribu.

“Barang bukti tersebut diamankan berada di lantai ruang tv diakui miliknya. Untuk sabu sendiri tersangka mengaku mendapatkan dengan cara membeli dari rekannya berinisial IA, Terhadap rekannya masih dilakukan pengejaran,” Jelasnya.

Ditambahkan Iptu Khairul Yassin, Atas perbuatannya tersebut saat ini, tersangka masih dilakukan pendalaman terkait masalah tersebut.”Sementara tersangka dijerat pasal 114 subsider 112 UU Nomor 35 Tahun 2019, ancaman minimal 4 tahun penjara,” pungkasnya.(Rls/Hasbuna)