Pembangunan Drainase Pekon Kamilin Diduga Asal Jadi

102 Kali Dilihat

Lampung (Bumi1.com)- Pelaksanaan pembangunan Drainase sepanjang 774 Meter yang berlokasikan di dusun 2 Pekon Kamilin Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu yang dananya bersumber dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Dana Desa Pekon Kamilin Tahun 2018 yang pelakasanaan pembangunanya di tahun 2019, sayangnya dalam tata laksana pengerjaan tidak mengindahkan aturan aturan dalam tehnis pengerjaan dan diduga asal jadi.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan saat memantau pelaksanaan pengerjaan drainase pada Jum’at (10/05/19) tampak jelas pengerjaan diduga asal-asalan tanpa mengindahkan spesifikasi dalam pemasangan batu, pasalnya pasangan batu drainase tidak ditanam yang seharusnya ditanam dengan kedalaman minimal 10 CM, diperparah lagi pasangan batu hanya 1 (satu) batu sementara aturan (spesifikasi) pemasangan batu drainase haruslah 2 batu agar bisa memberikan hasil bangunan yang maksimal dan layak.

Terkait dengan adanya pembangunan drainase yang diduga asal jadi untuk saat ini menimbulkan banyak pertanyaan dikalangan masyarakat, selain pekerjaan yang di perkirakan asal-asalan jumlah anggaranya pun tak jelas karena diseputaran lokasi pekerjaan tak nampak papan informasi, hal tersebut diungkapkan salah seorang warga kepada awak media yang namanya enggan disebutkan.

“Sebenarnya kami sangat dan berterima kasih karena daerah kami ada pembanguan, akan tetapi jika pembangunanya dikerjakan secara asal-asalan ya kami terus terang kecewa mas, karena hasil nantinya tidak akan maksimal, ” ungkapnya dengan nada penuh kekecewaan.

“Yang menjadi pertanyaan kami pembangunan ini dananya dari mana dan anggaranya berapa, karena disekitar lokasi tidak ada papan informasi, ya kami minta kepada aparatur pekon dalam mengelola anggaran yang transfaran agar bisa tersalurkan secara tepat sasaran, ” Pungkasnya.

Sementara Kepala Pekon Kamilin H Jufri saat dikonfirmasi melalu jejaring What’saap miliknya terkait adanya pengerjaan pembangunan draiase yang diduga asal-asalan itu, kepala Pekon kamilin H Jufri sampai saat ini tidak memberikan tanggapan. (Sarifal)